Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Yenny Wahid Dorong Generasi Minenial Bijakasana Bermedsos
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Yenny Wahid Dorong Generasi Minenial Bijakasana Bermedsos

Telegrafi Jumat, 9 November 2018 | 02:57 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Pendiri Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid. The Wahid Institute
Photo Credit: Pendiri Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid. The Wahid Institute
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Pendiri The Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, yang akrab dipanggil Yenny Wahid menilai, generasi milenial adalah generasi media sosial (medsos), sehingga segala bentuk interaksi lebih banyak terjadi di medsos. Untuk itu, dia mengimbau agar generasi milenial lebih bijaksana dan bertanggung jawab saat menggunakan medsos. Sebab, apa yang ditulis dalam medsos meninggalkan jejek digital yang dapat dilihat dan dilacak banyak orang, bahkan dapat menjadi petaka di masa mendatang.

“Kita mendorong generasi minenial untuk lebih bijakasana mengunakan medsos karena jejak digital akan tetap tersimpan dan bisa diangkat pada beberapa tahun mendatang, bahkan sebagai acuan perusahan atau instasi menerima pelamar untuk melihat karakter sesungguhnya. Maka anak muda sekarang harus berhati-hati,” kata Yenny dalam diksusi yang bertema “Indonesia Emas 2045” di Univeritas Al-Azhar, Jakarta, Rabu (07/11/18)

Selanjutnya, Yenny mengingatkan generasi milenial bahwa medsos adalah kehidupan virtual bukan kehidupan nyata. Dengan kesadaran tersebut, generasi milenial dituntut untuk dapat membuat jembatan antara realita dan medsos.

Lebih lanjut, Yenny juga menuturkan, selain dampak negatif, medsos juga dapat memberi efek positif untuk mengkonsolidasikan dukungan terhadap suatu isu. Misalnya, membuat orang tergerak untuk menyumbang terhadap suatu bencana atau kesusahan yang terjadi suatu bangsa.

Terkait hal itu, Yenny mengakui adnya tantangan untuk menyadarkan masyarakat mengenai realita dalam kehidupan nyata dan dalam dunia maya yang ditemui melalui medsos. Apalagi dengan fenomena hoax yang bertebaran saat ini tak lepas dari rendahnya literasi masyarakat mengenai medsos. “Literasi masyarakat (dalam medsos) hanya tinggi untuk konten hiburan. Sedangkan, untuk konten seperti politik hanya tertarik untuk membaca judul dan tidak membaca isi atau mencari tahu sumber beritanya,” jelasnya

Baca Juga :  Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Idelogi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengatakan, perlu pembekalan kesiapan mental generasi milenial untuk menghadapi masa depannya di era serba teknologi. Dalam hal ini, perlu ditanamkan sejak dini ideologi Pancasila, sehingga tidak hanya keceradasan otak yang dimiliki tetapi empati dan nurani.

“Itulah sebabnya saya katakan bangsa Indonesia ini punya modal yang bernama dasar ideologi negara Pancasila. Nah ideologi ini mendorong kemajuan skill dan otak, sekaligus juga membendung dan membuat pertahanan agar orang selalu punya kesetian terhadap negara dan bangsa serta kesetian terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Mahfud juga mengimbau kepada generasi milenial yang ingin terjun ke politik praktis untuk memperkuat pendidikan Pancasila agar dapat mengemban amanah dan moral tetap terjaga sehingga dijauhkan dari politik dagang kebijakan. (Red)


Photo Credit : Pendiri Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid. The Wahid Institute

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Fina Asriani
Technology

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit
vivo Y31d Pro
Technology

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Illustration pencurian data pribadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bisa terjadi kapanpun. GETTY IMAGES/Thomas Trutschel
Technology

Hadapi Ancaman Siber, Elemen Bangsa Didorong Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Atitude Bijak di Dunia Digital Online dan Menjauhi Judi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?