Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan OKP Berangkatkan 34 Mahasiswa ke Belanda

"Peningkatan kapasitas organisasi dan individu menjadi hal utama bagi OKP, untuk dana OKP sendiri akan disalurkan untuk tiga modalitas yaitu beasiswa, training dan kerjasama institusi"

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan OKP Berangkatkan 34 Mahasiswa ke Belanda

Telegraf, Jakarta – Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia, Kementrian Luar Negeri Belanda melalui Orange Knowledge Programme (OKP) terus berkomitmen dengan pertukaran pelajar Indonesia dan Belanda.

Proses recrutment beasiswa sudah berlangsung dari 3 bulan lalu dari 428 peserta yang mendaftarkan diri, terpilih 34 orang yang memenuhi kualifikasi dan berhak mengikuti program studi master and tranig di Belanda.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl menjelaskan Program 5 tahunan ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia serta peningkatan kapasitas organisasi dan individu.

“Peningkatan kapasitas organisasi dan individu menjadi hal utama bagi OKP, untuk dana OKP sendiri akan disalurkan untuk tiga modalitas yaitu beasiswa, training dan kerjasama institusi,” kata Peter.

Peter menerangkan dari 34 penerima beasiswa diantarannya 21 penerima beasiswa akan melakukan studi lanjutan S2 sementara 13 penerima beasiswa akan mengikuti program pelatihan (training).

Penerima beasiswa akan akan memperdalam mengenai topik penegakan hukum dan HAM (6 orang), ketahanan pangan (18 orang) dan air (10 orang). Sesuai prioritas utama Indonesia, penentuan tema ini didasarkan pada prioritas kerjasama bilateral antara Indonesia – Belanda dan serangkaian kegiatan konsultasi dengan pemangku kepentingan yang ada di Indonesia para penerima beasiswa tersebut akan belajar di Tiga universitas di Belanda di Wageningen University (10 orang), IHE Delft (4 orang) dan International Institute of Social Studies (ISS). (Red)


Credit Photo: IHE Delft Univercity/ Istimewa


Share