Trump Berikan Kewenangan CIA Lancarkan Serangan Dengan Pesawat Tanpa Awak

"Amerika Serikat menjadi negara pertama yang menggunakan pesawat nirawak yang dilengkapi dengan peluru kendali untuk membunuh tersangka para teroris garis keras sesudah peristiwa 11 september 2001 di New York dan Washington."

Trump Berikan Kewenangan CIA Lancarkan Serangan Dengan Pesawat Tanpa Awak

Telegraf, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan wewenang baru kepada Badan Intelijen Pusat (CIA) untuk melancarkan serangan melalui pesawat nirawak terhadap tersangka para teroris atau garis keras, seperti yang ditulis oleh  Wall Street Journal.

Langkah tersebut akan mengubah kebijakan Presiden Barack Obama, yang membatasi peran para militer CIA, kata kantor berita itu.

Namun Gedung Putih serta Kementerian Pertahanan, dan CIA tidak secara langsung menanggapi permintaan tanggapan oleh para wartawan yang ingin mengklarifikasi soal berita tersebut.

Seperti diketahui bahwa dulu Obama berusaha untuk mempengaruhi pedoman global dalam penggunaan serangan pesawat nirawak karena negara lain pun mulai banyak yang mengembangkan program pesawat tanpa awak.

Amerika Serikat menjadi negara pertama yang menggunakan pesawat nirawak yang dilengkapi dengan peluru kendali untuk membunuh tersangka para teroris garis keras sesudah peristiwa 11 september 2001 di New York dan Washington.

Serangan pesawat tanpa awak “Predator” dan “Reaper”, yang dilengkapi peluru kendali dan membidik negara lain mulai dilakukan pada masa Presiden George W Bush dan diperluas penggunaannya oleh Obama.

Kritik terhadap program serangan tersebut memunculkan pertanyaan apakah serangan ini menghasilkan lebih banyak militan dari yang mereka bunuh. Mereka mengutip bahwa persebaran organisasi Jihadis dan serangan militan di seluruh dunia adalah sebagai bukti bahwa serangan pesawat nirawak dapat memperburuk keadaan.

Pada Juli, pemerintah Amerika Serikat juga menerima tanggung jawab atas kematian 116 warga akibat serangan di negara tidak terlibat perang dengan Amerika Serikat, demikian seperti yang dilansir oleh Reuters. (Red)

Photo credit : Reuters


Tanggapi Artikel