Tingginya Perkembangan Teknologi Apa yang Akan Dilakukan Resto Siap Saji

"Permasalahannya, persaingan usaha restoran di wilayah-wilayah padat penduduk tersebut terlalu kuat namun belum terlihat adanya usaha dari resto-resto tersebut untuk meningkatkan metode pemasaran mereka ke arah yang lebih modern, semisal melalui berbagai activation maupun digital engagement yang tentunya melibatkan sebuah strategi Public Relation yang mumpuni"

Tingginya Perkembangan Teknologi Apa yang Akan Dilakukan Resto Siap Saji

 


Telegraf, Jakarta – Siapa yang tidak kenal ayam goreng. Ya, kuliner yang satu ini seakan sudah menjadi salah satu menu lauk pauk favorit semua kalangan di Indonesia, bahkan tokoh kartun kegemaran anak-anak, memiliki menu kesukaan berupa ayam goreng. Mungkin atas dasar itulah bisnis kuliner kelas menengah bawah yang berbasis ayam goreng kian menjamur sejak 1 dasawarsa terakhir.

Seakan tidak mau kalah dengan resto-resto siap saji kelas menengah atas macam KFC, Texas Chicken ataupun McD, berbagai macam outlet resto siap saji berbasis ayam goreng bermunculan di seluruh penjuru Nusantara, baik yang berbentuk gerobak kaki lima maupun yang berbentuk mini resto atau café.

Persaingan bisnis memunculkan ide ide kreatif sehingga menghasilkan beragam menu baru yang bisa dibilang hampir menyamai menu-menu resto siap saji kelas menengah atas. Sebagai contoh, d’Besto, salah satu resto siap saji yang sudah malang melintang di dunia kuliner sejak 1994 dengan percaya diri menyediakan menu Spaghetti, Burger sampai dengan ayam goreng selera pedasnya, begitupula dengan Let’s Go Chicken yang belakangan cukup agresif dalam memperluas outlet dan menambah khasanah menu ayam gorengnya.

Namun dari sekian banyak resto siap saji kelas menengah bawah tersebut, sampai saat ini hampir semua masih mengandalkan metode pemasaran yang konservatif, yaitu hanya memperluas pertumbuhan outlet di berbagai wilayah dan melakukan penambahan menu tanpa dibarengi oleh kegiatan atau activation yang melibatkan media maupun konsumen yang merupakan stake holder utama mereka.

Wakil Ketua Umum Bidang Restoran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sudrajat mengatakan, restoran siap saji merupakan salah satu subsektor industri kuliner dengan kinerja cukup stabil.

Menurut Sudrajat, kinerja bisnis restoran siap saji ditunjang oleh perbaikan konsumsi masyarakat sebagaimana tercermin dalam indeks keyakinan konsumen (IKK) yang selalu meningkat setiap tahun. Berdasarkan survei Bank Indonesia, IKK mencapai 110 poin pada 2016 dan terus naik ke level 123,5 pada awal tahun ini.

“Permasalahannya, persaingan usaha restoran di wilayah-wilayah padat penduduk tersebut terlalu kuat namun belum terlihat adanya usaha dari resto-resto tersebut untuk meningkatkan metode pemasaran mereka ke arah yang lebih modern, semisal melalui berbagai activation maupun digital engagement yang tentunya melibatkan sebuah strategi Public Relation yang mumpuni,” dalam pres rilis yang di terima tim redaksi .

Hal ini akan menjadi sebuah mandatory dalam beberapa tahun mendatang di mana dinamika konsumen resto siap saji saat ini tidak hanya mendasarkan penilaian mereka pada rasa dan menu semata tapi juga ada tidaknya additional benefit yang bisa mereka dapatkan.

Agar tidak tergerus oleh perkembangan jaman dan teknologi terkini dalam strategi Public Relation (PR) maupun activation, pembisnis kuliner resto siap saji tersebut bisa bisa akan tergerus jaman dan stuck bahkan gulung tikar. (Red)


Credit Photo: Tinginya perkembangan Teknologi Apa yang Akan di lakukan Resto Siap Saji/Istimewa


Tanggapi Artikel