Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Soal Pengalangan Dana Oleh Prabowo, Ini Komentar PKS
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Soal Pengalangan Dana Oleh Prabowo, Ini Komentar PKS

Telegrafi Selasa, 26 Juni 2018 | 13:34 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kiri) dan anggota Fraksi PKB MPR Lukman Edy (kanan), menjadi nara sumber dalam Dialog MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2). Diskusi tersebut bertema Urgensi Pembentukan Lembaga Pengkajian. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/Rei/ama/15.
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menyebutkan, Prabowo Subianto memerlukan dukungan dana untuk Pemilu 2019 mendatang mengingat biayanya yang sangat tinggi.

“Karena kalau dilihat dari kegiatan ekonomi beliau juga pastilah memerlukan dukungan-dukungan itu. Dan yang penting dukungan itu melalui jalur yang sah, konstitusional, halal atau tidak,” ujar Hidayat di Gedung DPR, Senin (25/06/18).

Hidayat mengatakan, penggalangan dana yang dilakukan Prabowo sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2014 lalu melalui para kader dan relawannya. Dengan demikian hal yang wajar pula bila Prabowo melakukan hal yang sama karena tak dimungkiri biaya mengikuti pemilu sangatlah besar.

Prabowo juga diyakininya akan memilih mana sumbangan yang akan diterimanya. Donasi-donasi yang tidak sah seperti hasil korupsi atau pencucian uang, pasti akan ditolaknya, termasuk sumbangan dari pihak-pihak yang tidak dikenal.

“Jadi kata kuncinya adalah silakan (melakukan penggalangan dana), karena UU juga membolehkan untuk seorang kandidat mendapatkan dukungan, bantuan dari individu maupun dari perusahaan dalam jumlah yang sudah diatur,” terangnya.

Menurutnya, yang penting keterbukaan dana yang digalang itu jelas asalnya dari mana dan dipergunakan untuk apa. Hal tersebut akan lebih baik daripada tidak mengumpulkan dana tetapi pembiayaannya justru berasal dari pencucian uang atau korupsi.

“Menurut saya memang pilpres memerlukan dana yang sangat besar. Karena ini kan suatu peristiwa nasional yang sangat besar jumlah penduduknya dan pasti beliau memerlukan dukungan,” katanya.

Kendati Prabowo Subianto belum ditetapkan sebagai calon presiden oleh KPU ataupun belum mendaftarkan diri sebagai kandidat, tetapi menurutnya dari diksi Galang Perjuangan sebagai nama penggalangan dana tersebut dan bukan Dana Pilpres, maka dana yang dimaksud bisa untuk perjuangan apa saja, salah satunya adalah untuk pemilihan presiden.

“Sekarang juga orang mau bikin panti asuhan juga perjuangan, bikin proposal ke mana-mana. Bikin masjid, gereja, atau mahasiswa bikin seminar ajukan proposal. Apa salahnya? Yang penting itu semua dalam koridor yang transparan dan bisa dibuktikan tidak ada pelanggaran hukum, dan dananya berasal dari sumber yang tidak bermasalah secara hukum,” tuturnya. (Red)


Photo Credit : Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kiri) dan anggota Fraksi PKB MPR Lukman Edy (kanan), menjadi nara sumber dalam Dialog MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2). Diskusi tersebut bertema Urgensi Pembentukan Lembaga Pengkajian. ANTARA/Ismar Patrizki

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?