Sinergi Kementerian Agama dan Unilever Berdayakan Wujudkan Santri Sehat, Peduli Serta Berdaya

Oleh : Atti K.

Telegraf – Mendorong lahirnya lebih banyak santri dan santri putri Indonesia yang lebih sehat, peduli lingkungan dan berdaya, Unilever Indonesia lanjutkan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Agama RI dalam rangka menambah target jangkuan dua kali lipat dari tahun lalu, yaitu menjadi dua juta santri/santri putri di berbagai wilayah Indonesia.

“Pesantren secara konsisten telah mendidik jutaan santri hingga ke pelosok negeri dan melahirkan para ulama dan kyai yang memiliki kedalaman ilmu agama yang mumpuni. Sebagai lembaga pendidikan Islam, Pesantren memegang peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda, yang mencakup aspek kesejahteraan fisik, emosional, sosial, dan intelektual mereka,” ungkap KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dalam siaran pers yang di terima redaksi, Kamis (15/2).

Iya menjelaskan dalam era modern ini, kita menyadari perlunya penyesuaian dan inovasi untuk menjadikan Pesantren sebagai tempat yang tidak hanya menawarkan pendidikan agama, tetapi juga lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara holistik. Semoga penandatanganan nota kesepahaman hari ini bisa memberikan penguatan dan peningkatan kesadaran tentang kesehatan, menjaga lingkungan yang bersih, serta menanamkan semangat enterpreneurship kepada segenap Pesantren yang ada di Indonesia.

Nurdiana Darus, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia mengungkapkan, Unilever Indonesia telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 90 tahun.

“Salah satu komitmen kami adalah mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih sehat, peduli lingkungan, dan berdaya melalui berbagai kemitraan, termasuk tentunya dengan Pemerintah dan institusi pendidikan,” kata Nurdiana.

Lanjutnya pesantren menjadi salah satu lembaga strategis dalam mewujudkan komitmen ini karena kami percaya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dapat terlahir dari ribuan Pesantren di berbagai wilayah nusantara yang hingga kini tercatat menaungi 4,85 juta santri/santri putri atau kurang lebih 10% dari jumlah pelajar di Indonesia 1,

Kelanjutan MOU tersebut ditandai kolaborasi dengan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang santri/santri putri mencapai lebih dari 1.200 jiwa.

Dalam melaksanakan program Pesantren Sehat Hijau Berdaya guna meningkatkan kualitas hidup santri/santri putri beserta seluruh komunitas Pesantren melalui tiga pilar utama, yaitu: Kebersihan dan Kesehatan, Nutrisi, dan Pengelolaan Lingkungan.

K.H. Ahmad Mahrus Iskandar, Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah menuturkan, mengatakan Karena program ini merupakan kelanjutan hubungan baik dengan Pondok Pesantren, kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat, dan melahirkan para santri yang kuat lahir dan batinnya, mampu berinovasi, berkreativitas, membanggakan agama, keluarga dan negara. Aamiin.

“Terima kasih kepada Kementerian Agama dan Unilever Indonesia yang memberikan tempat kepada para santri sehingga menjadi lebih sehat akalnya dan kuat badannya, Insya Allah santri Ashidiqqiyah akan terus baik dan menggema dalam memberikan kreativitas dan inovasi kepada Indonesia,” tutupnya.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close