Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Siapa Kandidat Penantang Kuat Jokowi di Pilpres 2019? Ini Daftarnya!
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Siapa Kandidat Penantang Kuat Jokowi di Pilpres 2019? Ini Daftarnya!

Telegrafi Sabtu, 3 Februari 2018 | 04:56 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit : Presiden Joko Widodo (Jokowi). REUTERS/Beawiharta
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Rilisan dari survei terbaru lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan ada empat tokoh yang bakal menjadi penantang kuat Jokowi di Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang. Keempat tokoh ini dibagi dalam tiga divisi sesuai dengan tingkat pengenalan atau popularitas tokoh tersebut.

Survei nasional ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1200 responden yang dipilih berdasarkan metode multi stage random sampling. Survei dilakukan dari 7-14 Januari 2018 dengan margin of error plus minus 2,9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber.

“Berdasarkan hasil survei kami, ada yang empat tokoh capres yang bakal menjadi panantang kuat Jokowi di Pilpres 2019. Keempatnya dibagi dalam tiga divisi sesuai dengan tingkat popularitasnya masing-masing,” ujar Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby saat rilis hasil survei di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (02/02/2018).

Divisi 1 (satu), kata Adjie, untuk tokoh atau capres yang popularitasnya diatas 90 persen. Dari nama-nama yang akan bertarung hanya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang masuk ke dalam Divisi 1.

“Ternyata penantang divisi satu penghuninya hanya satu tokoh saja, Prabowo Subianto dengan tingkat popularitas di angka 92,5 persen,” katanya.

Sementara di divisi dua, lanjut Adjie, ada dua tokoh yang muncul, yakni Anak Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harmurti Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Keduanya, masuk divisi dua karena tingkat popularitasnya di angka antara 70-90 persen.

“Jadi, tokoh yang masuk ke dalam divisi dua ini hanya Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Popularitas Anies Baswedan sebesar 76,7 persen dan popularitas AHY sebesar 71,2 persen. Popularitas keduanya naik setelah Pilkada DKI Jakarta,” jelasnya.

Divisi terakhir, kata Adjie adalah divisi tiga untuk tokoh atau capres yang popularitasnya di antara 55-70 persen. Tokoh yang memenuhi kriteria ini hanyalah Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dengan popularitas sebesar 56,5 persen.

“Sayangnya sejak pensiun, kiprah Gatot memudar. Padahal ibarat pentas, penonton masih rindu dan bertepuk tangan menanti atraksinya,” kata dia.

Pertarungan Ulang Kandidat Lama

Lebih lanjut, Adjie mengatakan terbuka kemungkinan terjadi pertarungan ulang atau rematch Jokowi berhadapan dengan Prabowo di Pemilu 2019. Hal ini berarti mengulang pipres 2014. Menurut dia, jika hal ini terjadi, yang mendapat untung adalah Partai Gerindra.

“Jika rematch ini terjadi, yang pasti Partai Gerindra akan sangat diuntungkan. Pasalnya, ini pertama kali pemilu nasional serentak. Dalam satu TPS dan satu momen, pemilih mencoblos capres dan partai dalam pemilu legislatif. Besar kemungkinan mereka mencoblos capres untuk pilpres sejalan dengan mencoblos partai utama sang capres untuk pileg,” ungkap dia.

Menurut Adjie, Prabowo memang atau kalah tetap akan memberikan dampak positif untuk partai Gerindra. Pasalnya, sebagai penantang terkuat Jokowi, Prabowo otomatis melambungkan Partai Gerinda.

“Itu akan menjadi marketing strategis bagi Gerindra sendiri. Apalagi Prabowo adalah figur sentral Partai Gerindra,” pungkas dia.

Adjie kemudian mengusulkan agar pasca pilpres 2019, dibangun tradisi yang disebut coopetiton. Istilah ini, kata dia mengacu pada kata competition dan co operation, yakni berkompetisi kemudian bekerja sama.

“Jadi, agar terbentuk pemerintahan yang kuat, capres yang bertarung dalam pemilu dapat bekerja sama setelah selesai pemilu. Dua capres utama bisa membentuk pemerintahan bersama. Yang menang mengajak yang kalah dalam pemerintahan baru. Ini akan mengurangi ketegangan pemerintahan baru seperti yang terjadi di tahun 2014,” terang dia. (Red)


Photo Credit : Rilisan dari survei terbaru lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan ada empat tokoh yang bakal menjadi penantang kuat Jokowi di Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang. Reuters/Beawiharta

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?