Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Revolusi Industri 4.0 Untuk Menghasilkan Anak-anak Berkarakter
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Revolusi Industri 4.0 Untuk Menghasilkan Anak-anak Berkarakter

Atti K. Rabu, 11 Juli 2018 | 16:37 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
etua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Arief Rachman dan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim (tengah ka-ki) dalam diskusi “Sinergi Tripusat Pendidikan Memperkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0”
Bagikan

Telegraf, Jakarta-Penguatan pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud untuk pendidikan moral dan pendidikan akhlak yang bertujuan membentuk pribadi anak yang lebih baik dan selalu siap dalam setiap perubahan.

Salah satu langkah pemerintah dalam mendorong pendidikan karakter adalah melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga yang sesuai dengan Pancasila. Lima nilai utama karakter pada siswa sekolah dasar dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yaitu Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong dan Integritas.

“Dalam hal ini pemerintah memiliki peran yang sangat strategis untuk pembentukan karakter bangsa, yaitu dengan menghadirkan berbagai program serta regulasi yang mendukung Perpres No.87/2017 terkait pelaksanaan penguatan pendidikan karakter,” ungkap Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim.

Khamim menerangkan bahwa dunia pendidikan sebagai lini terdepan dalam peningkatan karakter peserta didik / generasi penerus harus mampu beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan dengan keterampilan yang wajib dimiliki di abad 21.

Khamim mengharapkan anak anak akan mampu memiliki tenggang rasa yag tinggi serta kepedulian sebagai mahluk sosial dan memilikigenerasi yang hebat sehat secara fisik, hebat secara emosional dan kecerdasan.

Sementara itu Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan pendidikan harus mampu mewujudkan suasana yaitu suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga anak didik bisa aktif mengembangkan dirinya mengembangkan sepiritualnya, pengembangan diri kecerdasan ahlak mulia, yag dibutuhkan bagi dirinya masyarakat bangsa dan negara.

“Tetapi pada kenyataannya apa yg dilakukan oleh sekolah itu lebih banyak untuk mengembangkan untuk potensi kecerdasan otak jadi kecerdasan itu aja.
Tidak menyapa umpamannya sepiritual keagamaan, tidak menyapa juga ahlaq mulia secara menyeluruh,” tuturnya di Jakarta, (11/7).

Arief mengatakan dirumahpun hanya dilakukan ritual ritual resmi saja, misalkan ada yg meninggal baru berbondong bondong datang, ada perkawinan baru dipanggil untuk membaca Alquran, padahal sebenarnya dirumah inilah untuk mengembangkan sepiritual yang efektif, seperti mandi makan, pakaian itu semua menyinggung kepada hal keagamaan.

Mensupor program yang digagas oleh pemerintah Trakindo melalui program Revolusi Industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri, maupun bidang lainnya yang mulai menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, dimana diharapkan progam ini dapat memperkuat lini pendidikan melalui program penguatan pendidikan karakter.

Director & Chief Financial Officer Trakindo Setio A. Dewo menerangkan dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat dimana informasi mengalir begitu deras dan dapat diakses dengan mudah untuk itu perlu adanya antisipasi, bukan saja hanya sekedar dengan cara mengajar elalui hal yang jauh lebih esensial yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri.

“Perkembangan revolusi industri harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, terutama untuk pengembangan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa. Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajar anak berpikir positif, menyaring informasi yang baik serta melatih pola pikir anak,” kata Dewo.

Dewo menambahkan, sebagai anggota masyarakat, Trakindo mendukung terwujudnya sinergi Tripusat Pendidikan dalam upaya memperkuat karakter bangsa dengan program pendidikan 40 SDN di seluruh Indonesia.

“Sejalan dengan hal tersebut, Trakindo juga meluncurkan buku “Bangun Karakter Bangsa” untuk memperkuat komitmen dalam mendukung program pemerintah yaitu gerakan penguatan pendidikan karakter,” terangnya. (Red)


Credit photo: Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Arief Rachman dan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim (tengah ka-ki) dalam diskusi “Sinergi Tripusat Pendidikan Memperkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0” di Jakarta/ telegraf


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?