Revolusi Industri 4.0 Untuk Menghasilkan Anak-anak Berkarakter

“Dalam hal ini pemerintah memiliki peran yang sangat strategis untuk pembentukan karakter bangsa, yaitu dengan menghadirkan berbagai program serta regulasi yang mendukung Perpres No.87/2017 terkait pelaksanaan penguatan pendidikan karakter,”

Revolusi Industri 4.0 Untuk Menghasilkan Anak-anak Berkarakter

Telegraf, Jakarta-Penguatan pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud untuk pendidikan moral dan pendidikan akhlak yang bertujuan membentuk pribadi anak yang lebih baik dan selalu siap dalam setiap perubahan.

Salah satu langkah pemerintah dalam mendorong pendidikan karakter adalah melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga yang sesuai dengan Pancasila. Lima nilai utama karakter pada siswa sekolah dasar dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yaitu Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong dan Integritas.

“Dalam hal ini pemerintah memiliki peran yang sangat strategis untuk pembentukan karakter bangsa, yaitu dengan menghadirkan berbagai program serta regulasi yang mendukung Perpres No.87/2017 terkait pelaksanaan penguatan pendidikan karakter,” ungkap Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim.

Khamim menerangkan bahwa dunia pendidikan sebagai lini terdepan dalam peningkatan karakter peserta didik / generasi penerus harus mampu beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan dengan keterampilan yang wajib dimiliki di abad 21.

Khamim mengharapkan anak anak akan mampu memiliki tenggang rasa yag tinggi serta kepedulian sebagai mahluk sosial dan memilikigenerasi yang hebat sehat secara fisik, hebat secara emosional dan kecerdasan.

Sementara itu Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan pendidikan harus mampu mewujudkan suasana yaitu suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga anak didik bisa aktif mengembangkan dirinya mengembangkan sepiritualnya, pengembangan diri kecerdasan ahlak mulia, yag dibutuhkan bagi dirinya masyarakat bangsa dan negara.

“Tetapi pada kenyataannya apa yg dilakukan oleh sekolah itu lebih banyak untuk mengembangkan untuk potensi kecerdasan otak jadi kecerdasan itu aja.
Tidak menyapa umpamannya sepiritual keagamaan, tidak menyapa juga ahlaq mulia secara menyeluruh,” tuturnya di Jakarta, (11/7).

Arief mengatakan dirumahpun hanya dilakukan ritual ritual resmi saja, misalkan ada yg meninggal baru berbondong bondong datang, ada perkawinan baru dipanggil untuk membaca Alquran, padahal sebenarnya dirumah inilah untuk mengembangkan sepiritual yang efektif, seperti mandi makan, pakaian itu semua menyinggung kepada hal keagamaan.

Mensupor program yang digagas oleh pemerintah Trakindo melalui program Revolusi Industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri, maupun bidang lainnya yang mulai menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, dimana diharapkan progam ini dapat memperkuat lini pendidikan melalui program penguatan pendidikan karakter.

Director & Chief Financial Officer Trakindo Setio A. Dewo menerangkan dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat dimana informasi mengalir begitu deras dan dapat diakses dengan mudah untuk itu perlu adanya antisipasi, bukan saja hanya sekedar dengan cara mengajar elalui hal yang jauh lebih esensial yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri.

“Perkembangan revolusi industri harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, terutama untuk pengembangan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa. Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajar anak berpikir positif, menyaring informasi yang baik serta melatih pola pikir anak,” kata Dewo.

Dewo menambahkan, sebagai anggota masyarakat, Trakindo mendukung terwujudnya sinergi Tripusat Pendidikan dalam upaya memperkuat karakter bangsa dengan program pendidikan 40 SDN di seluruh Indonesia.

“Sejalan dengan hal tersebut, Trakindo juga meluncurkan buku “Bangun Karakter Bangsa” untuk memperkuat komitmen dalam mendukung program pemerintah yaitu gerakan penguatan pendidikan karakter,” terangnya. (Red)


Credit photo: Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Arief Rachman dan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim (tengah ka-ki) dalam diskusi “Sinergi Tripusat Pendidikan Memperkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0” di Jakarta/ telegraf


Share



Komentar Anda