Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pulau Jawa Sumbang Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak, Jumlahnya Capai 13,2 Juta
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Pulau Jawa Sumbang Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak, Jumlahnya Capai 13,2 Juta

Maharani Ardini Senin, 1 Juli 2024 | 15:56 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Seorang warga beraktivitas di kawasan kumuh di Kapuk Muara, Jakarta, pada 27 September 2022. Pengentasan kemiskinan menjadi salah satu isu utama yang disorot dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sebuah agenda pembangunan global yang diadopsi oleh para pemimpin dunia. (ANTARA/Rivan Awal Lingga)
Bagikan

Telegraf – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa 25,22 juta orang tergolong sebagai penduduk miskin per Maret 2024. Adapun, 13,24 juta atau 52,49% diantaranya merupakan penduduk pulau Jawa.

Plt Sekretaris Utama BPS Imam Machdi menjelaskan bahwa penduduk miskin di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Masing-masing, tercatat sebesar 13,24 juta orang atau 52,49% dari total penduduk miskin dan 5,5 juta orang atau 22,01% dari total penduduk miskin.

“Pada Maret 2024 penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Penurunan persentase kemiskinan terjadi di seluruh wilayah pulau,” kata Imam dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (01/07/2024).

Adapun, kedua wilayah Jawa tercatat mengalami penurunan persentase penduduk miskin dari bulan Maret 2023 sebesar 8,79% menjadi 8,48% pada Maret 2024.

Sementara di Pulau Sumatera, persentase penduduk miskin tercatat turun menjadi 8,97% pada Maret 2024 dari yang bulan Maret 2023 sebesar 9,27%.

BPS memaparkan bahwa terdapat 2,07 juta orang atau 8,01% yang tergolong sebagai penduduk miskin di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Adapun, persentase penduduk miskin pada wilayah ini tercatat turun sebesar 0,57 poin persentase menjadi 12,72% dari yang bulan Maret 2023 sebesar 13,29%.

Selanjutnya, penduduk miskin pada Pulau Sulawesi tercatat sebanyak 1,96 juta orang atau 7,75% dari total penduduk miskin di Indonesia. Pada wilayah ini, persentase penduduk miskin turun 0,49 poin persentase menjadi 9,59% pada Maret 2024 dari bulan Maret 2023 sebesar 10,08%.

Baca Juga :  BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Pulau Maluku dan Papua tercatat sebanyak 1,51 juta orang tergolong sebagai penduduk miskin pada Maret 2024. Persentase penduduk miskin pada wilayah ini turun 0,29 poin persentase menjadi 19,39% dari yang bulan Maret 2023 sebesar 19,68%.

Terakhir, terdapat 940 ribu penduduk miskin di Pulau Kalimantan pada Maret 2024. Persentase penduduk miskin pada wilayah ini sebesar 5,44%, turun 0,23 poin persentase dari yang bulan Maret 2023 sebesar 5,67%.

“Penurunan tingkat kemiskinan terbesar terjadi di Bali dan Nusa Tenggara sebesar 0,57 persen poin dari 13,29% pada Maret 2023 menjadi 12,72% pada Maret 2024,” bebernya.

Sebagai informasi, Imam mengumumkan jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret adalah 25,22 juta orang. Artinya, tingkat kemiskinan ada di 9,03%.

“Tingkat kemiskinan turun 0,33 poin persentase dibandingkan Maret 2023. Jumlah penduduk miskin turun 0,68 juta orang,” paparnya.

Garis kemiskinan pada Maret 2024 ditetapkan sebesar Rp 582.932/kapita/orang. Naik 5,9% dibandingkan Maret 2023.

Berdasarkan komponen, pengeluaran makanan masih mendominasi garis kemiskinan dengan porsi 74,44%. Sementara komoditas non-makanan adalah 25,56%.

“Setelah sempat meningkat pada masa pandemi, tingkat kemiskinan terus turun sejak Maret 2021. Adapun pada Maret 2024 sudah lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum pandemi,” ujarnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Ekspor Perdana STRK ke Singapura, Perusahaan Bidik Diversifikasi Pendapatan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tuntaskan 100% Pelaporan SPT dan LHKPN 2025 Tepat Waktu

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit
PROPAMI
Ekonomika

PROPAMI Gelar Serial Ramadhan Talkshow 2026 Bahas Profesi Penasehat Investasi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?