Telegraf — PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) meraih peringkat PROPER Hijau dalam ajang Anugerah Lingkungan 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Peningkatan peringkat ini mencerminkan perbaikan kinerja lingkungan yang juga berimplikasi pada efisiensi operasional perusahaan.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa perusahaan dengan peringkat PROPER Hijau dan Emas umumnya menunjukkan kinerja yang lebih baik, termasuk dari sisi nilai ekonomi.
“Dari total 5.476 perusahaan peserta PROPER, terdapat 2.437 perusahaan yang telah memenuhi ketaatan, sementara sisanya masih perlu meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan,” ujarnya.
Dalam konteks industri energi, peningkatan peringkat dari Biru ke Hijau menunjukkan adanya langkah lebih lanjut di luar kepatuhan dasar, terutama dalam efisiensi energi dan pengelolaan emisi. Upaya tersebut dinilai berpotensi menekan biaya operasional dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari berbagai inisiatif efisiensi yang dijalankan perusahaan.
“Kinerja lingkungan yang baik tidak hanya menjadi bagian dari kepatuhan, tetapi juga mencerminkan upaya efisiensi energi dan pengelolaan operasional yang lebih efektif,” ujarnya.
Program PROPER sendiri menjadi instrumen pemerintah untuk mendorong perusahaan meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus efisiensi bisnis. Penilaian tidak hanya mencakup aspek kepatuhan terhadap pengelolaan limbah dan pencemaran, tetapi juga inovasi dalam pengurangan emisi dan pemanfaatan sumber daya.
Pada 2026, sebanyak 243 perusahaan meraih PROPER Hijau dan 39 perusahaan memperoleh PROPER Emas. Data ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha mulai mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam strategi bisnis, meskipun masih terdapat perusahaan yang belum memenuhi standar kepatuhan.
Di tengah tekanan global terhadap praktik usaha yang lebih berkelanjutan, peningkatan kinerja lingkungan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional dan menarik minat investasi, khususnya di sektor energi.