Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Atti K. Selasa, 7 April 2026 | 16:28 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso dalam pembukaan bulan literasi kripto 2026/Doc/telegraf
Bagikan

Telegraf – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap aset kripto seiring pertumbuhan pesat jumlah investor yang kini telah menembus lebih dari 20 juta orang di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa perkembangan industri aset keuangan digital, termasuk kripto, menunjukkan tren yang sangat signifikan baik dari sisi jumlah investor maupun kontribusi terhadap penerimaan negara.

“Investor kripto di Indonesia pada bulan februari 2026 sudah mencapai lebih dari 20 juta. Ini menunjukkan aktivitas yang luar biasa besar di industri ini, termasuk kontribusinya dari sisi perpajakan,” ujar Adi dalam kegiatan Bulan Literasi Kripto, Selasa (7 April 2026).

Ia menegaskan bahwa saat ini aset kripto telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU T2SK), sehingga posisinya semakin sejajar dengan negara-negara maju.

“Indonesia sudah memiliki payung hukum yang setara dengan negara maju, termasuk Uni Eropa, dalam mengatur aset keuangan digital,” katanya.

Dalam mendorong ekosistem yang sehat, OJK juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari DPR, aparat penegak hukum, hingga otoritas perpajakan.

“Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bareskrim, Kejaksaan, dan otoritas pajak, untuk memastikan perlindungan konsumen, mitigasi risiko, serta stabilitas industri,” jelas Adi.

Baca Juga :  DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Upaya ini juga mencakup peningkatan literasi bagi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat umum yang baru mengenal investasi kripto.

Terkait prospek industri kripto ke depan, Adi mengakui adanya dinamika yang cukup kompleks, terutama dipengaruhi faktor global.

“Ada fenomena siklus empat tahunan dalam kripto yang berkaitan dengan proses produksi atau penambangan. Selain itu, faktor global seperti kondisi politik dan kebijakan suku bunga juga sangat memengaruhi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa arah pergerakan kripto tidak bisa dilepaskan dari persepsi pasar terhadap kondisi ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

“Apakah kenaikan suku bunga akan membuat kripto naik atau turun? Itu tergantung persepsi dan keyakinan pasar terhadap kondisi ekonomi,” kata Adi.

OJK menekankan pentingnya peningkatan literasi sebelum masyarakat memutuskan berinvestasi di aset kripto.

“Saya mengajak masyarakat untuk belajar lebih dalam. Tingkatkan literasi, pahami fundamental ekonomi, dan lakukan analisis yang memadai sebelum mengambil keputusan investasi,” tegasnya.

Menurut Adi, pemahaman yang baik akan membantu investor menghadapi volatilitas pasar sekaligus memaksimalkan peluang yang ada.

“Industri ini punya tantangan yang tidak ringan, tetapi juga peluang yang sangat besar. Kuncinya ada pada pengetahuan dan kesiapan investor,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?