Poltracking: Khofifah-Emil Ungguli Gus Ipul-Puti

"Karakter pemilih Jatim lebih banyak pemilih rasional, sebanyak 49,3 persen yang memilih berdasarkan kinerja kandidat dan program kerja kandidat, baru disusul pemilih sosiologis 25,1 persen seperti agama, suku, dan kedaerahan maupun pemilih psikologis sebanyak 20,4 persen seperti gender dan personal appeal kandidat,"

Poltracking: Khofifah-Emil Ungguli Gus Ipul-Puti

Telegraf, Jakarta – Survei terbaru dari Poltracking Indonesia menyebutkan bahwa pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak mengungguli pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarnoputri di Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Survei ini diselenggarakan pada 18-22 Juni 2018 dengan metode stratified multistage random sampling di Jawa Timur. Adapun jumlah sampel dalam survei adalah sebanyak 1.200 responden. Margin of error sebesar +/-2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha mengatakan, survei ini menemukan bahwa dalam pertanyaan spontan atau terbuka, elektabilitas Khofifah-Emil berada di angka 39,1 persen, unggul dari pasangan Gus Ipul-Puti 34,8 persen dengan undecided voters sekitar 16,8 persen.

“Dalam simulasi 2 pasangan gubernur dan wakil gubernur menggunakan kertas suara, elektabilitas Khofifah-Emil di angka 51,8 persen, unggul dari pasangan Gus Ipul-Puti 43,5 persen dengan undecided voters sekitar 4,7 persen,” ujar Hanta saat rilis hasil survei di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/06/18).

Hanta menuturkan, pihaknya memprediksi pasangan Khofifah-Emil keluar sebagai pemenang Pilgub Jatim berdasarkan survei ini. Namun, jarak keduanya tidak begitu jauh dengan selisih 8 persen.

“Jadi ada selisih sekitar 8 persen selisih dari hasil survei ini Khofifah Emil bisa dikatakan diprediksi akan unggul di Pilkada Jatim tetapi dengan jarak yang tidak begitu tebal,” terangnya.

Berdasarkan data survei, kata Hanta, ada empat alasan dominan yang mempengaruhi pilihannya, yakni berpengalaman (25,5 persen), merakyat (20,8 persen), alim/religius (11,1 persen) dan jujur atau berintegritas (10,3 persen). Faktor-faktor lain, seperti berprestasi, pintar, kreatif, tegas dan lain-lain, kata dia, berada di bawah 10 persen.

“Karakter pemilih Jatim lebih banyak pemilih rasional, sebanyak 49,3 persen yang memilih berdasarkan kinerja kandidat dan program kerja kandidat, baru disusul pemilih sosiologis 25,1 persen seperti agama, suku, dan kedaerahan maupun pemilih psikologis sebanyak 20,4 persen seperti gender dan personal appeal kandidat,” terang dia.

Lebih lanjut dia mengatakan survei ini menunjukkan pemilih yang masih bisa berubah pilihannya (swing voters) sebesar 37 persen. Sedangkan pemilih yang sudah mantap atas pilihannya (strong voters) mencapai 54 persen dan tidak menjawab 8,3 persen.

“Jadi, perubahan atas calon gubernur bisa saja terjadi jika ada dinamika politik yang kencang lima hari menjelang pencoblosan. Strong voter-nya cukup tinggi 54 persen, swing voter 37,0 persen,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. FILE/Dok/Ist. Photo

Share