PM Lebanon Hassan Diab Beserta Jajaran Undurkan Diri

“Kita tidak bisa keluar dari krisis struktural negara ini tanpa menggelar pemilu parlemen dini,”

PM Lebanon Hassan Diab Beserta Jajaran Undurkan Diri

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya pada hari Senin (10/08/2020) pascaledakan hebat 4 Agustus lalu yang menewaskan 163 orang dan melukai 6.000 lainnya.

Diab mengatakan ledakan tersebut adalah hasil dari korupsi yang sudah mengakar. Diab juga mendukung tuntutan masyarakat untuk mengadili orang-orang yang bertanggung jawab atas ledakan itu.

Sebagian menteri sudah mengundurkan diri dan lebih banyak lagi yang ingin mundur. Menteri Informasi dan Menteri Lingkungan mengundurkan diri Minggu lalu. Menteri Kehakiman mundur pada Senin, dan Menteri Keuangan Ghazi Wazni juga disebut-sebut akan mengundukan diri.

Desakan Hassan Diab

Diab mendesak adanya pemilu dini parlemen sebagai upaya untuk meredakan krisis yang memburuk di negara itu karena ledakan di pelabuhan ibu kota Beirut.

Diab berbicara saat terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dengan demonstran. “Kita tidak bisa keluar dari krisis struktural negara ini tanpa menggelar pemilu parlemen dini,” kata Diab lewat pidato di televisi, Sabtu (08/08/2020).

Namun, perubahan rezim diragukan oleh masyarakat akan membawa perubahan, karena politik sektarian telah mendominasi negara itu sejak konflik 1975-1990.


Photo Credit:  Pengunjuk rasa Lebanon menyerbu beberapa kementerian pada 8 Agustus dalam penggerebekan yang tampaknya direncanakan setelah sebuah ledakan yang dituduhkan pada kelalaian pemerintah di pelabuhan Beirut menghancurkan kota dan memicu kemarahan rakyat yang belum pernah terjadi sebelumnya. AFP

Rina C. Latuperissa