Piranti Pendukung UNBK Harus Sesuai Syarat Minimal

Piranti Pendukung UNBK Harus Sesuai Syarat Minimal

“Koneksi internet hanya dibutuhkan saat mengunduh soal dan mengunggah hasilnya. Ketika soal sudah terbuka di semua komputer siswa, pengerjaannya bisa dilakukan secara offline (tanpa koneksi internet),”

Piranti Pendukung UNBK Harus Sesuai Syarat Minimal


Telegraf, Jogjakarta – Sejumlah persoalan muncul dalam persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Selain persoalan teknis, juga nonteknis. Keluhan proses internet yang lemot pun muncul dalam simulasi. Jika tidak diselesaikan segera dan kemudian terjadi saat UNBK dilaksanakan, maka akan membuat siswa tidak dapat menjawab dengan optimal.

Akibatnya, waktu yang tersedia untuk mengerjakan soal menjadi berkurang, karena tergerus oleh persoalan teknis. Pentingnya kesiapan teknis dalam pelaksanaan UNBK disampaikan Kaprodi Teknologi Informasi FT UGM Dr Ridi Ferdiana, Selasa (07/03/2017). Piranti pendukung UNBK harus sesuai syarat minimal.

Dijelaskan Ridi, piranti pendukung mengerjakan UN berupa komputer yang memadai, jaringan server yang baik serta koneksi internet yang baik pula untuk mengunduh (sinkronisasi) soal maupun mengunggah jawaban siswa, di samping kemampuan siswa dalam mengoperasikan komputer. Piranti pedukung tersebut harus dipastikan berfungsi baik, jika tidak ingin siswa dirugikan karena peralatannya bermasalah.

Mengenai standar perangkat keras (hardware) yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan UNBK, menurut Ridi, tidak harus yang berteknologi tinggi. Pasalnya program (software) UNBK hanya membaca teks dan gambar, sehingga cukup ringan dijalankan di komputer dengan spesifikasi standar.

Begitu juga saat mengunduh soal, server lokal (sekolah) tidak perlu yang canggih, cukup yang standar dan didukung koneksi internet memadai (5 Mbps cukup).

“Koneksi internet hanya dibutuhkan saat mengunduh soal dan mengunggah hasilnya. Ketika soal sudah terbuka di semua komputer siswa, pengerjaannya bisa dilakukan secara offline (tanpa koneksi internet),” terang Ridi. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close