Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pilgub Jabar Sepertinya Tak Akan Diikuti Oleh Calon Independen
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Pilgub Jabar Sepertinya Tak Akan Diikuti Oleh Calon Independen

Telegrafi Selasa, 5 Desember 2017 | 09:56 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Ist. Photo
Bagikan

Telegraf, Bandung – Calon independen atau perseorangan sepertinya bakal absen pada pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018 kali ini. KPU Jawa Barat telah menetapkan calon perseorangan yang telah mendaftar tidak memenuhi syarat untuk maju dalam kontestasi politik untuk merebut posisi orang nomor satu dan dua di Jabar.

Pengamat politik Asep Warlan Yusuf menjelaskan, ada tiga faktor penyebab tidak adanya calon perseorangan atau independen dalam Pilgub Jabar tahun 2018 nanti.

Pertama teknis administratif yang harus dipenuhi oleh calon tersebut lebih sulit dan lebih banyak, yaitu harus mengumpulkan 2,4 juta suara di 14 kabupateb atau kota.

“Persoalan dukungan yang harus dilakukan cukup besar, sangat berat untuk dipenuhi oleh calon independen,” ujar Asep Warlan, Senin (04/12/2017).

Kemudian adalah mengenai figur, karena hari ini tidak ada yang cukup kuat untuk bisa meyakinkan masyarakat agar memilih calon perseorangan tersebut.

Dan kemudian yang terakhir, yaitu waktu yang tidak lama untuk mereka bisa mengumpulkan persyaratan yang harus dipenuhi.

“Karena tidak cukup bagi mereka bisa memenuhi persyaratan itu, jadi ada faktor persyaratan, faktor figur, dan yang ketiga karena ada faktor waktu mengapa pada akhirnya mereka tidak bisa memenuhi syarat menjadi calon independen,” terangnya.

Berbeda dengan tahun 2013 yang lalu kata dia, mereka bisa menjadi calon perseorangan karena relatif terlalu mudah persyaratannya, mungkin mereka mempunyai dana cukup untuk bisa tampil, dan waktunya relatif lebih lama.

“Mereka sejak jauh-jauh hari sudah sangat siapkan betul persyaratan ini, tapi bagaimanapun juga ada kelonggaran verifikasi dan kelonggaran ini dimanfaatkan oleh calon perseorangan, dan sekarang ketat sekali untuk bisa di verifikasi sah tidak sahnya dukungan itu, nah faktor itulah calon independen di Jawa Barat itu tidak ada yang memenuhi syarat,” jelasnya. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit

Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT

Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?