Pertahankan Tumbuh Positif Askrindo Rambah Bisnis Retail Hingga Fintech

Pertahankan Tumbuh Positif Askrindo Rambah Bisnis Retail Hingga Fintech

‘’Kami terus berupaya melakukan diversifikasi produk, sesuai dengan perkembangan digital yang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir ini,"

Pertahankan Tumbuh Positif Askrindo Rambah Bisnis Retail Hingga Fintech


Telegraf – Ditengah pandemi Covid-19 PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus berinofasi dalam mengembangkan produk produknya agar tetap tumbuh positif. Melalui asuransi umumnya askrindo terus mengembangkan produk produk retai tak hanya itu untuk asuransi bisnis Askrindo masuk dunia finance technology (fintech).

‘’Kami terus berupaya melakukan diversifikasi produk, sesuai dengan perkembangan digital yang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir ini,” hal itu di ungkapkan oleh Kepala Divsi Pemasaran Digital Askrindo Ardian Brahmana.

Ardian juga mengatakan produknya sudah berbasis digital sehingga tidak perlu lagi secara langsung harus bertemu dengan mitra bisnis atau perorangan, proses underwriting hingga pengajuan klaim juga semakin mudah, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian.

Sejak kuartal tiga 2020, Askrindo terus aktif menggenjot bisnis retail, sepertii asuransi kebakaran, kecelakaan hingga perjalanan, dengan total pemegang polis hingga awal Maret mencapai sekitar 21.000 polis dengan nilai pertanggungan sekitar Rp 24 miliar.

Melalui anak usaha Indonesia Financial Group ini, bisnis fintech Askrindo tentunya memiliki track record baik dengan tingkat kolektibilitas tinggi, telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Untuk Finthech Askrindo telah bekerja sama dengan 12 fintech besar di Indonesia dengan potensi nilai ekspansi setiap bulannya sekitar Rp 10 triliun sebelum masa pandemi dan saat ini nilai ekspansinya perlahan pulih kembali ke kisaran Rp 7 triliun per bulannya. Perseroan menargetkan perolehan premi untuk bisnis retail dan fintech bisa mencapai sekitar Rp 20 miliar pada akhir 2021.

‘’Selama masa pandemi memang terjadi peningkatan rasio kredit bermasalah, namun kami telah melakukan mitigasi risiko bersama mitra kami untuk bisa segera menurunkan kredit yang bermasalah sehingga kami bisa tetap menopang permodalan dan usaha mereka, papar Ardian.
Belanja IT Melebihi Rp 200 Miliar.


Photo Credit : Ilustrasi/doc/ist


 

Atti K.

close