Pepsoden Inisiasi Gerakan “Indonesia Tersenyum” Di Hari Kesehatan Gigi Nasional 2019

"Gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia, buktinya hasil Riset Kesehatan Dasar (Riseksdas) 2018 menunjukkan bahwa 88,896 masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92.6% anak Indonesia berumur 5 tahun. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, mengingat kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen di masa mendatang"

Pepsoden Inisiasi Gerakan “Indonesia Tersenyum” Di Hari Kesehatan Gigi Nasional 2019

Telegraf, Jakarta – Riset Kesehatan Dasar (Riseksdas) 2018 menunjukkan bahwa 88,8% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92.6% anak Indonesia berumur 5 tahun. Dalam rangka bulan kesehatan gigi Nasional 2019, Pepsoden menginisiasi gerakan “Indonesia Tersenyum” yang mengajak semua orang menjadi “Pahlawan Senyum” guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang.

Hal itu diungkapkan oleh Drg. Ratu Mirah Afifah, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia dalam konfrensi pers terkait Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Jakarta

”Gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia, buktinya hasil Riset Kesehatan Dasar (Riseksdas) 2018 menunjukkan bahwa 88,8% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92.6% anak Indonesia berumur 5 tahun. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, mengingat kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen di masa mendatang,” ungkap Drg Mirah.

Drg, Mirah menjelaskan melihat permasalahan yang ada masyarakat Indonesia masih perlu/membutuhkan edukasi yang berkelanjutan untuk merawat mulut secara konsisten

“Melalui BKGN tahun ini Pepsodent memulai gerakan ’Indonesia Tersenyum’ untuk membebaskan senyum keluarga Indonesia dari gigi berlubang. Dalam gerakan ini, tentunya kami merangkul kontribusi dari seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Drg Mirah.

Dr. drg. R. M. Sri Hananto Sena, Sp.BM (K)., MM., Ketua Pengurus Besar PDGI memaparkan, merawat kesehatan gigi adalah merupakan tanggung jawab bersama yang maaih perlu di benahi.

Tercatat dalam Riskesdas 2018 masih rendahnya masyarakat yang melakukan sikat gigi setiap sehari. Data menunjukan hanya 2,8% masyarakat melakukan sikat gigi yang tepat yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.

“Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang masih perlu dibenahi. Riskesdas 2018 memperlihatkan bahwa dari 94,7% masyarakat yang menyikat gigi setiap hari, hanya 2,8% yang melakukannya di waktu yang tepat, yaitu dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. Yang tak kalah memprihatinkan, temyata 95,5% masyarakat Indonesia tidak pernah berkunjung ke tenaga medis gigi,” kata Hananto.

Baca Juga :   Pond's Hadir Untuk Berbagai Jenis Kulit di Indonesia

Perlu diketahui BGKN telah memberi manfaat kepada 250.000 masyarakat Indonesia. Berkat kolaborasi Pepsodent dengan lebih dari 100 PDGI Cabang dan 23 Fakultas Kedokteran Gigi di seluruh Indonesia, 14.250 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi juga ikut terlibat di sepanjang pelaksanaan BKGN, yaitu 10 tahun hingga tahun 2019. (Red)


Photo Credit : Dona Anesia (Artis), Drg. Ratu Mirah Afifah, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Sena, Sp.BM (K)., MM., Ketua Pengurus Besar PDGI, Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes., Ketua AFDOKGI (ka-ki). TELEGRAF



Komentar Anda