Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Penggerudukan Radar Bogor, Anak Megawati Minta Kader PDIP Tak Reaksioner
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Penggerudukan Radar Bogor, Anak Megawati Minta Kader PDIP Tak Reaksioner

Telegrafi Minggu, 3 Juni 2018 | 04:53 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit : Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta pada Rabu, 19 April 2017. Dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, mendampingi sang ibu. FILE/Muhamad Solihin
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai (Situation Room) PDIP, Muhammad Prananda Prabowo meminta kepada seluruh kader PDIP agar tenang dan tidak reaksioner dalam menyikapi setiap pemberitaan terkait ketua umum partai tersebut, Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

Hal itu disampaikan oleh Prananda Prabowo usai mendapatkan amanat dari Megawati.

“Kepada kader PDI Perjuangan di seluruh tanah air, untuk tidak reaksioner. ‘Tenang saja’ kata Ibu Megawati,” ujar Prananda dalam rilis surat terbukanya, Sabtu (02/06/18).

Prananda pun meminta kepada seluruh jajaran kader PDIP agar menjadi bagian dari masyarakat yang mendukung terwujudnya media massa sebagai salah satu pilar demokrasi Pancasila. Atas dasar itu, Prananda meminta hubungan baik dan silaturahmi kader PDIP dengan media massa harus dikedepankan.

“Jika ada pemberitaan yang dianggap kurang tepat, maka kewajiban  bagi seluruh kader adalah menyampaikan kepada media argumentasi yang berbasis pada data dan fakta, melalui cara yang telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku,” terangnya.

Prananda pun meminta kepada seluruh kader untuk tetap memegang teguh ajaran kakeknya Presiden pertama Indonesia, Sukarno, yakni Pancasila yang dilahirkan pada 1 Juni 1945.

“Selalu memilih jalan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan, jadilah banteng penjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Surat terbuka itu dikeluarkan oleh Prananda setelah terjadi aksi penggerudukan massa PDIP ke kantor redaksi Radar Bogor pada Rabu (30/05/18) sore. Massa PDIP mendatangi kantor berita harian lokal itu dikarenakan judul editorial headline ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta’. Di sana mereka marah-marah sambil memaki, mengintimidasi, merusak alat-alat kantor, bahkan disebutkan ada yang memukul seorang staf redaksi. Namun pihak PDIP membantah telah terjadi pemukulan.

Saat itu, mediasi berlangsung antara kedua belah pihak dan menyepakati beberapa hal. Pihak Radar Bogor bersedia mengoreksi judul editorial dan konten berita dan menerbitkan permintaan dari kader PDIP.

Tak cukup dengan kedatangan pada Rabu, pada Jumat (01/06/18) lalu, sejumlah kader dan simpatisan PDIP kembali mendatangi kantor Radar Bogor. Kehadiran mereka untuk melakukan audiensi itu salah satu politikus PDIP dari Kota Bogor, Rieke Diah Pitaloka.

 

Atas aksi massa PDIP itu, pada Sabtu (02/06/18) siang sejumlah wartawan dari berbagai media massa melakukan aksi solidaritas untuk merespons tindak kekerasan yang dilakukan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di kantor Radar Bogor. Mereka mendesak Polri agar segera mengusut kekerasan tersebut.

Massa aksi juga mengecam keras pernyataan anggota DPR RI Fraksi PDIP Bambang Wuryanto yang menyatakan, “Kalau di Jawa Tengah itu kantor (Radar Bogor) sudah rata dengan tanah”. Pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers.

Untuk memprotes hal tersebut massa menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB. Para peserta aksi meletakkan kartu pers masing-masing di atas sebuah bendera, sebagai bentuk solidaritas, namun aksi tersebut sempat dihalau oleh petugas kepolisian. (Red)


Photo Credit : Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta pada Rabu, 19 April 2017. Dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, mendampingi sang ibu. Viva/Muhamad Solihin

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?