Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pemuda Sangat Berperan Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Pemuda Sangat Berperan Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Telegrafi Minggu, 27 November 2016 | 00:06 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Berbicara masalah kebangsaan, generasi muda harus bisa mengkreasikan pikiran positif yang dimilikinya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif agar tidak mudah terpengaruh hal-hal yang negatif.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius dalam sambutannya saat acara malam penganugerahan gelar Final Lomba Video Pendek BNPT dengan tema Kita Boleh Beda yag digelar di Gedung Film Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/11) malam.

“Karena generasi muda kita ini penuh dengan idealisme, kreativitas, dan inovasi. Kalau kita berbicara dengan audiens generasi muda, tidak bisa bersifat doktrin. Kami di BNPT harus bisa menyesuaikan dengan frekuensi yang mereka pikirkan. Saya sendiri juga baru melihat video sejarah BNPT dapat dibuat dengan demikian manisnya ini tadi. Inilah kreasi anak muda yang tidak mampu dilakukan orang tua,” ujarnya.

Dikatakan, pemuda memegang peranan penting dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan di Indonesia ini. Hal tersebut dibuktiksan saat 17 tahun sebelum merdeka yakni pada 1928 di mana pemuda Indonesia mampu mempresentasikan daerahnya dengan keragamannya mewakili pulau-pulaunya yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

“Ini harus kita ingat betul bahwa 17 tahun kemudian kita merdeka. Kita negara majemuk, perbedaan adalah suatu anugrah yang harus kita jaga bersama sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda. Tetapi dengan global informasi yang luar biasa kita sudah mulai mereduksi nilai nasionalisme yang kita punya, jati diri kita,” ujar Kepala BNPT.

Lebih lanjut mantan Sekretaris Utama Lemhanas ini mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh toleran, murah senyum, gotong royong dan jangan sampai larut dengan perubahan nilai pada zaman sekarang.

“Generasi muda menjadi center kalau kita berbicara masa depan. Masa depan berada di tangan generasi muda oleh sebab itu jika ingin menghancurkan suatu bangsa maka yang dihantam adalah generasi mudanya,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Lebih lanjut Alumni Akpol 1985 ini menjelaskan, sekarang ini dengan globalisasi masa depan yang dihadapi bangsa Indonesia maka semua nilai telah masuk. “Kita merasakan sendiri nilai-nilai radikalisme, pornografi, narkoba semua masuk dan ini kita harus bisa memfilter. Untuk itu saya berharap banyak kepada adik-adik sekalian,” ujarnya kepada para hadirin yang hadir.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga mengatakan, beberapa hari lalu, BNPT juga melaksanakan pelatihan duta damai di dunia maya. Hal ini sangat diperlukan kepada generasi muda, karena sekarang ini sosial media memegang peranan penting.

“Carut-marutnya negara kita ini juga karena berhubungan masalah dunia maya. Dan sekarang kita melaksanakan lomba video pendek sebagai sarana sosialisasi untuk menyebarkan pesan-pesan kedamaian dalam menjaga persatuan NKRI yang sangat majemuk ini adat istiadatnya,” ujarnya.

Untuk itu, di hadapan 300 undangan yang hadir di acara tersebut Kepala BNPT terlah menjanjikan bahwa pihaknya ingin agar hasil grand final lomba video pendek ini agar nantinya dapat ditonton di seluruh Indonesia.

“Kita akan masuk ke bioskop-bioskop di seluruh Indonesia. Kita akan jalin kerjasama. Kita ingin video adik-adik ini diputar terlebih dahulu sebelum film utama diputar. Ini agar tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat Indonesia dalam upaya pencegahan paham radikal terorisme juga. Saya minta kepada Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir untuk mengkoordinasikan,” ujarnya.

Ditegaskan, program lomba video pendek ini juga akan berlanjut pada 2017. “Dan hasil lomba ini juga akan diputarkan kepada sekolah pada acara ekstrakurikuler di sekolah. Sehingga apa yang kita lakukan ini betul-betul menggema,” ujarnya.

Kepada ke-10 nominasi peserta dari total 640 video yang ada di 32 provinsi yang mendapatkan penghargaan pada malam tersebut, Kepala BNPT berpesan agar jangan berpuas diri, tetap rendah hati karena untuk meraih sesuatu lebih mudah daripada mempertahankannya.

“Dan bagi adik-adik yang belum berhasil jangan patah semangat, jadikan ini cambuk karena kekalahan adalah sukses yang tertunda dan belajar terus dan kita coba tahun depan semoga menjadi lebih baik lagi,” ujarnya mengakhiri.

Ke-10 nominasi tersebut yakni SMA Negeri Modal Bangsa, Aceh dengan judul Aku Bukan Teroris, SMA Negeri 1, Rangkas Bitung, dengan judul Explode, SMK Negeri 1 Tempilang, Bangka Belitung dengan judul Anggakara, SMK Negeri 40 Jakarta dengan judul Boleh Kritis Jangan Fiktif. Kemudian, Pondok Pesantren Daarul Muttaqien Temanggung dengan judul Jangan Lengah Adikku, SMK 2 Buduran, Sidoarjo dengan judul Beda Tidak Sama Dengan Salah, SMA Negeri 1 Selong NTB dengan judul Akar Arka, SMA 2 Tahuna dengan judul Kampung Nelayan, SMA Negeri 3 Palu dengan judul Mungkin serta SMA Negeri 17 Palembang dengan judul Cadar Bukan Teroris.

Tampil sebagai pemenang terbaik yakni dengan judul video 1. Aku Bukan Teroris (Aceh), 2. Beda Tidak Sama Dengan Salah (Jawa Timur), 3. Anggakara (Bangka Belitung). Sementara untuk cerita terbaik diraih 1. Jangan Lengah Adik Ku (Jawa Tengah), 2. Cadar Bukan Teroris (Sumatera Selatan), 3. Kampung Nelayan (Sulawesi Utara). Sementara untuk video favorit dengan judul, Boleh Kritis Jangan Fiktif (DKI Jakarta). Seluruh video tersebut dapat dilihat melalui media youtube dengan hastag #videopendekBNPT. (Red)

Foto : Para juara dan pemenang lomba video pendek BNPT. | Photo SKI


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?