Pekerja Migran Deklarasikan Dukung Untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Pekerja Migran Deklarasikan Dukung Untuk Jokowi-Ma’ruf Amin

"Pak Jokowi sudah memberi bukti bagaimana keberpihakan kepada tenaga kerja Indonesia. Kegiatan ini adalah wujud aspirasi pekerja migran dari seluruh Indonesia,"

Pekerja Migran Deklarasikan Dukung Untuk Jokowi-Ma’ruf Amin


Telegraf, Jakarta – Kelompok pekerja migran Indonesia yang tergabung dalam Jokowi Pro Pekerja Migran Indonesia (Jopromig) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Presiden dan Nomor Urut 01 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. Mereka mendukung Jokowi-Amin karena selama empat tahun terakhir, sudah terbukti bahwa Presiden Jokowi memang memberi perhatian luar biasa.

“Pak Jokowi sudah memberi bukti bagaimana keberpihakan kepada tenaga kerja Indonesia. Kegiatan ini adalah wujud aspirasi pekerja migran dari seluruh Indonesia,” ujar Ketua Umum JOPROMIG, Joeslin Nasution di Jakarta, Kamis (25/10/18).

Jopromig menyebutkan 4 poin dalam ikrar deklarasi dukungan itu, yakni menjaga kerukunan dan persatuan bangsa, menjaga pesta demokrasi 2019, mendukung Jokowi-KH Ma’ruf dan seruan untuk pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, para keluarga, dan purnamigran, untuk menyatukan barisan pemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf.

“Jadi, deklarasi ini untuk menyatakan dukungan kepada Jokowi-Kiai Ma’ruf dan menyatukan barisan pemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf,” kata Joeslin.

Menanggapi dukungan itu, Kiai Ma’ruf menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Baginya, dukungan itu menjadi semacam energi besar bagi kemenangan Indonesia.

“Saya menilai sangat wajar dan merasa bangga atas dukungan ini, karena selama pemerintahan Presiden Jokowi dibantu Menaker Hanif Dhakiri, selalu berusaha untuk memajukan pekerja migran Indonesia,” ujar Kiai Ma’ruf.

Terkait pekerja migran, Kiai Ma’ruf lalu menceritakan pengalamannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), berangkat ke Malaysia ketika ada masalah di antara kedua negara menyangkut TKI. Kepada pihak Malaysia, Kiai Ma’ruf menyampaikan bahwa dirinya tidak mau ada konflik sesama bangsa Melayu hanya karena persoalan tenaga kerja.

“Saya sampaikan sebenarnya kedua belah pihak (Indonesia dan Malaysia) saling membutuhkan. Malaysia punya lapangan pekerjaan yang tak bisa diisi oleh warga negara sendiri. Di sisi lain, Indonesia punya tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan itu,” terangnya.

Ditekankan Kiai Ma’ruf juga, bahwa pekerja dari Indonesia akan lebih mudah menyatu dengan kultur orang Malaysia. Pekerja dari negara lain mungkin akan kesulitan bila menyangkut kultur.

“Jadi saya katakan, mari bangun, saling mendukung, membantu dan menolong. Karena itu, kuota tenaga kerja Indonesia diperbesar. Alhamdulillah, dengan pendekatan itu, kuota untuk kita ditambah,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin. Jefri Tarigan/Barcroft Media/Getty Images

KBI Telegraf

close