Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pahami Masalah Ekonomi, CT Dinilai Pantas Jadi Cawapres
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Pahami Masalah Ekonomi, CT Dinilai Pantas Jadi Cawapres

Telegrafi Minggu, 10 Juni 2018 | 05:59 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Chairul Tanjung. | Telegraf Photo/Koeshondo W. Widjojo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Indonesia memerlukan pemimpin masa depan yang memahami bidang ekonomi. Presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 hendaknya bisa membawa Indonesia menjadi negara maju dan lepas middle income trap. Salah satu tokoh yang dinilai pantas menjadi calon wakil presiden (cawapres) adalah Chairul Tanjung (CT).

Penilaian tersebut disampaikan ekonom Indef, Didik J Rachbini melalui keterangan tertulis yang diterima oleh redaksi, Sabtu (09/06/18).

Menurutnya, Chairul Tanjung atau dikenal dengan CT adalah calon pemimpin yang tepat waktu, tepat masa, dan tepat keahlian, karena Indonesia berada di persimpangan jalan demokrasi, sehingga memerlukan penyelesaian ekonomi dan solusi ekonomi politik yang cermat. Kepiawaiannya dalam dunia bisnis dibuktikan dalam kelompok usaha CT Corp yang menyebar ke seluruh penjuru Tanah Air, baik dalam bidang retail, media, perbankan, properti, dan sebagainya.

“Kepemimpinan manajerialnya sudah teruji dan di atas kemampuan rata-rata, sehingga bisa disumbangkan untuk solusi manajerial hal-hal teknikal di organisasi pemerintahan,” katanya.

Sosok CT, lanjut Didik, juga berpengalaman di pemerintahan selama menjadi menko perekonomian pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). CT banyak menyelesaikan agenda-agenda penting, terutama menstabilkan harga-harga, menyelesaikan masalah Freeport, berkoordinasi dengan para menteri secara efektif, dan mempercepat pembangunan infrastruktur.

Ketika dipercaya menjadi penasihat presiden sebagai ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), CT berhasil meramu dan mengoordinasikan 21 anggota KEN dengan berbagai aliran pemikiran dan mahzab, bahkan bertentangan satu sama lain. Dia dinilai sukses menyinkronkan pemikiran-pemikiran ekonom struktural, mainstream, maupun liberal sehingga, saran-saran KEN bisa membumi, realistis dan diterima oleh presiden dan kabinetnya.

Hal itu bisa terjadi karena CT telah berpengalaman memimpin kelompok intelektual ekonom di Yayasan Indonesia yang fokus pada riset tentang ekonomi dan visi ekonomi Indonesia.

Meskipun CT bukan politisi, lanjut Didik, sosok tersebut bisa diterima di kalangan partai politik. Dalam Pilgub DKI Jakarta, CT didorong banyak partai untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Namun, CT belum bersedia dan hendak memberi kesempatan kepada tokoh-tokoh muda lainnya.

“CT adalah figur yang religius, haji yang tekun dalam ibadah, tetapi berasal dari keluarga nasionalis. Sosok seperti ini bisa menyatukan dua kelompok besar di negeri ini, yakni kalangan nasionalis dan golongan Islam. CT dapat menyatukan keduanya, sehingga dikotomi Islam dan nasionalisme yang mengeras sekarang ini akan lembut dan lebih harmonis. CT secara sosiologis sebagai Muslim diterima oleh dua kelompok organisasi besar NU dan Muhammadiyah. Jika tampil sebagai cawapres, maka dukungan dari dua golongan ini bisa diperoleh dengan baik tanpa ada resistensi,” kata Didik. (Red)


Photo Credit : CEO dan pemilik Trans Corp serta mantan Menko Perekonimoan Chairul Tanjung (CT). TELEGRAF/Koes W. Widjojo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?