Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mulai 2035 Thailand Akan Larang Penjualan Mobil Bensin dan Diesel
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Mulai 2035 Thailand Akan Larang Penjualan Mobil Bensin dan Diesel

Hanna Iffah Minggu, 25 April 2021 | 17:01 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit: Mobil sedang mengisi bahan bakar minya (BBM) di SPBU. ANTARA
Photo Credit: Mobil sedang mengisi bahan bakar minya (BBM) di SPBU. ANTARA
Bagikan

Telegraf – Thailand berencana menjual kendaraan tanpa emisi di dalam negeri mereka mulai 2035.

Langkah itu dimaksudkan untuk menghadirkan mobil ramah lingkungan alias mobil listrik sepenuhnya, dimana hal ini sejalan dengan rencana negara tersebut untuk menjadi pusat produksi di kawasan Asia Tenggara.

Ide tersebut bukanlah hal baru. Tahun lalu, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (25/4/2021), Thailand mengumumkan kebijakan yang bertujuan menjadikannya basis produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk wilayah tersebut dalam waktu lima tahun, dan rencana itu dipercepat untuk mencapai titik tertinggi.

“Kami bisa melihat dunia sedang menuju ke arah itu, jadi kami harus bergerak cepat. Kami ingin menangkap pertumbuhan pasca pandemi, dan kami berambisi menjadi pusat produksi karena kami sudah memiliki rantai pasokan yang ada,” kata Penasihat Komite Kebijakan Nasional Kementerian Energi Thailand, Kawin Thangsupanich.

Thailand sendiri ingin meningkatkan produksi kendaraan listrik hingga 30 persen dari total volume industri (TiV) negara itu. Targetnya adalah menghasilkan 750.000 unit kendaraan listrik dari total 2,5 juta kendaraan yang dibuat setiap tahun pada 2030. Saat ini Negeri Gajah Putih itu telah menetapkan target waktu untuk menghentikan secara bertahap mobil berbahan bakar bensin. Selanjutnya, bagi pemerintah adalah memfasilitasi transisi itu.

Menurut Kawin, hal itu bisa dilakukan dengan menawarkan insentif pajak, membangun infrastruktur yang sesuai, dan mengembangkan regulasi yang mendorong manufaktur kendaraan listrik, serta memberi insentif kepada konsumen untuk membeli mobil seperti itu.

Baca Juga :  BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Sementara itu, kendaraan listrik saat ini menghasilkan kurang dari 1 persen mobil di Thailand, pengaturan jadwal penerapan adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan ada pertumbuhan, menurut Yossapong Laoonual, ketua kehormatan asosiasi kendaraan listrik Thailand.

“Kalau kita biarkan adopsi EV terjadi secara alami, bisa jadi butuh waktu lama. Sebagai produsen, penetapan target yang jelas membuat negara lebih menarik untuk investasi,” jelasnya.


Photo Credit: Mobil sedang mengisi bahan bakar minya (BBM) di SPBU. ANTARA

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?