Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Modal Triliunan Tak Bisa Dongkrak Prabowo-Sandi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Modal Triliunan Tak Bisa Dongkrak Prabowo-Sandi

Telegrafi Rabu, 17 Oktober 2018 | 16:26 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit : FILE/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Modal triliunan rupiah dan kampanye jargon jiplakan kebarat-baratan ala Prabowo-Sandi dinilai tidak laku di masyarakat. Sebab masyarakat tetap tak bisa beranjak dari sosok Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang dianggap sebagai pemimpin dari rakyat kebanyakan.

Seperti disampaikan Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, suasana kebatinan masyarakat masihlah Jokowi-Kiai Mar’ruf adalah kita.

“Itulah yang menjadi alasan mengapa kekuatan kapital Prabowo-Sandi yang mencapai triliunan, dan model kampanye kebarat-baratan hasil jiplakan, make Indonesia great again, tidak begitu laku di pasaran,” kata Hasto, Selasa (16/10/18).

Dijelaskannya, Jokowi-Kiai Ma’ruf punya keistimewaan sebagai pasangan yang lahir dari rahim rakyat Indonesia. Mereka sama-sama datang dari kalangan masyarakat biasa. Jokowi khususnya. Sementara Kiai Ma’ruf kental dengan tradisi ulama. Rakyat pun merasakan kesetaraan bila berada bersama keduanya.

Kondisi berbeda dengan Prabowo-Sandi. Kata Hasto, meski Sandiaga mencoba hadir di antara ibu-ibu di pasar-pasar, tetapi gap dirinya dengan rakyat tetap terasakan hingga ke sukma. “Apapun Pak Sandi kan sosok pengusaha yang sangat kaya. Demikian juga Pak Prabowo, terlebih dengan preferensi orang tua, maupun mertuanya,” ujar Hasto.

Ayah Prabowo adalah Soemitro Djojohadikusumo. Sementara mantan mertuanya adalah Soeharto.

Dari sisi legitimasi kepemimpinan, lanjut Hasto, Jokowi berawal dari bawah, bermula dari wali kota, naik menjadi gubernur dan kemudian menjadi presiden. Semua tingkatan dilaluinya dengan baik, melalui berbagai prestasi yang menjadi insipirasi bagi ratusan juta orang Indonesia.

Jokowi lah yang berhasil membobol mitos bahwa rakyat biasa tak boleh jadi pemimimpin nasional. Dengan hadirnya Jokowi, kata Hasto, semua jadi percaya bahwa seorang pemimpin bisa lahir dari kalangan rakyat biasa.

“Melalui Pak Jokowi, rakyat bisa bermimpi bahwa pemimpin bisa lahir dari kalangan mereka sendiri. Inilah alasan fundamantal yang hidup di batin rakyat bahwa Jokowi adalah kita,” kata Hasto.

Ditegaskan Hasto, sudah terbukti bahwa kepemimpinan Jokowi-Kiai Ma’ruf yang orisinal menjadi role model kepemimpinan rakyat kebanyakan. “Dan tanpa modal kapital berlebihan,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : FILE/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?