Modal Triliunan Tak Bisa Dongkrak Prabowo-Sandi

Modal Triliunan Tak Bisa Dongkrak Prabowo-Sandi

"Melalui Pak Jokowi, rakyat bisa bermimpi bahwa pemimpin bisa lahir dari kalangan mereka sendiri. Inilah alasan fundamantal yang hidup di batin rakyat bahwa Jokowi adalah kita,"

Modal Triliunan Tak Bisa Dongkrak Prabowo-Sandi


Telegraf, Jakarta – Modal triliunan rupiah dan kampanye jargon jiplakan kebarat-baratan ala Prabowo-Sandi dinilai tidak laku di masyarakat. Sebab masyarakat tetap tak bisa beranjak dari sosok Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang dianggap sebagai pemimpin dari rakyat kebanyakan.

Seperti disampaikan Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, suasana kebatinan masyarakat masihlah Jokowi-Kiai Mar’ruf adalah kita.

“Itulah yang menjadi alasan mengapa kekuatan kapital Prabowo-Sandi yang mencapai triliunan, dan model kampanye kebarat-baratan hasil jiplakan, make Indonesia great again, tidak begitu laku di pasaran,” kata Hasto, Selasa (16/10/18).

Dijelaskannya, Jokowi-Kiai Ma’ruf punya keistimewaan sebagai pasangan yang lahir dari rahim rakyat Indonesia. Mereka sama-sama datang dari kalangan masyarakat biasa. Jokowi khususnya. Sementara Kiai Ma’ruf kental dengan tradisi ulama. Rakyat pun merasakan kesetaraan bila berada bersama keduanya.

Kondisi berbeda dengan Prabowo-Sandi. Kata Hasto, meski Sandiaga mencoba hadir di antara ibu-ibu di pasar-pasar, tetapi gap dirinya dengan rakyat tetap terasakan hingga ke sukma. “Apapun Pak Sandi kan sosok pengusaha yang sangat kaya. Demikian juga Pak Prabowo, terlebih dengan preferensi orang tua, maupun mertuanya,” ujar Hasto.

Ayah Prabowo adalah Soemitro Djojohadikusumo. Sementara mantan mertuanya adalah Soeharto.

Dari sisi legitimasi kepemimpinan, lanjut Hasto, Jokowi berawal dari bawah, bermula dari wali kota, naik menjadi gubernur dan kemudian menjadi presiden. Semua tingkatan dilaluinya dengan baik, melalui berbagai prestasi yang menjadi insipirasi bagi ratusan juta orang Indonesia.

Jokowi lah yang berhasil membobol mitos bahwa rakyat biasa tak boleh jadi pemimimpin nasional. Dengan hadirnya Jokowi, kata Hasto, semua jadi percaya bahwa seorang pemimpin bisa lahir dari kalangan rakyat biasa.

“Melalui Pak Jokowi, rakyat bisa bermimpi bahwa pemimpin bisa lahir dari kalangan mereka sendiri. Inilah alasan fundamantal yang hidup di batin rakyat bahwa Jokowi adalah kita,” kata Hasto.

Ditegaskan Hasto, sudah terbukti bahwa kepemimpinan Jokowi-Kiai Ma’ruf yang orisinal menjadi role model kepemimpinan rakyat kebanyakan. “Dan tanpa modal kapital berlebihan,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : FILE/Dok/Ist. Photo

KBI Telegraf

close