Mendag: Penting Membuka Pasar dan Investasi

“Disinilah pentingnya tugas perwakilan perdagangan di luar negeri yaitu dengan memperkuat kontribusi ekspor dan impor untuk mendorong peningkatan PDB. Salah satunya dengan memfokuskan pada 30 komoditas ekspor utama Indonesia,”

Mendag: Penting Membuka Pasar dan Investasi


Telegraf – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan, pihaknya mendukung perwujudan visi Indonesia 2045 dengan memberikan kontribusi yang maksimal dari sektor perdagangan.

Upaya Kemendag ini dinilai sejalan dengan cita-cita yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang salah satunya meningkatkan pendapatan perkapita Indonesia.

“Kementerian Perdagangan akan berupaya mewujudkan visi Indonesia 2045 atau 100 tahun Kemerdekaan Indonesia, salah satunya meningkatkan pendapatan per kapita hingga US$ 12.000 pada 2040 dengan mendorong sektor perdagangan. Jika berhasil diwujudkan, maka Indonesia dapat keluar dari jebakan masyarakat kelas menengah,” kata Mendag dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (04/03/2021).

Luthfi juga menekankan, Indonesia yang akan berkontribusi besar pada Megatren Dunia 2045. Mata uang regional diproyeksikan akan mengambil alih mata uang dunia yang selama ini didominasi dolar Amerika Serikat (AS), Euro dan Yuan, bahkan mata uang kripto.

Selain itu, proyeksi peningkatan jumlah kelas menengah dunia menurutnya akan menguntungkan Indonesia, yang sebagian besar penduduknya berada di tingkatan ini.

“Jumlah kelas menengah dunia akan lebih dari 8,1 miliar jiwa atau 84 persen penduduk dunia. Hal ini merupakan kabar baik bagi Indonesia karena kelas menengah akan memperbaiki daya beli dan konsumsi serta memotori perekonomian dunia,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, sektor teknologi akan bergeser akan ke teknologi informasi dan komunikasi, seperti bioteknologi dan rekayasa genetik, wearable devices, energi terbarukan, otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).

AI, lanjut Luthfi, sudah memasuki sektor perdagangan. Dalam niaga elektronik, hal ini dikenal dengan istilah “winner takes all” atau tidak ada lagi persaingan.

Selain itu Luthfi juga mengungkapkan, proyeksi bonus demografi penduduk usia produktif Indonesia akan selesai pada 2038-2040.

Oleh karenanya, ia ingin Produk Domestik Bruto (GDP) meningkat sebagai kunci untuk keluar dari jebakan kelas menengah. Hal ini karena pada saat itu, penduduk lansia akan lebih banyak dibandingkan penduduk usia produktif.

Baca Juga :   Awal Ramadhan, Harga Bahan Pokok Masih Stabil

Disamping itu ia menekankan agar posisi Indonesia sebagai emerging market perlu ditingkatkan dengan mendorong konsumsi dan meningkatkan peran ekspor-impor dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

“Disinilah pentingnya tugas perwakilan perdagangan di luar negeri yaitu dengan memperkuat kontribusi ekspor dan impor untuk mendorong peningkatan PDB. Salah satunya dengan memfokuskan pada 30 komoditas ekspor utama Indonesia,” jelasnya.

Luthfi juga menyampaikan, pada era kolaborasi ini penting untuk membuka pasar karena dapat mendatangkan investasi, yang kemudian menciptakan pusat produksi dan menjadikan ekspor non migas sebagai primadona.

Disisi lain dia mendorong konsumsi untuk memulihkan ekonomi nasional dan menegosiasikan perjanjian-perjanjian dagang yang sophisticated.

“Kita sedang beralih dari mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi menjadi barang industri dan barang industri berteknologi tinggi. Untuk itu, perlu diciptakan pelaku UMKM yang tangguh untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan baik demi Indonesia yang sejahtera,” pungkasnya.


Photo Credit: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendukung perwujudan visi Indonesia 2045 dengan memberikan kontribusi yang maksimal dari sektor perdagangan. FILE/Kemendag

 

Shan Santi

close