Masa Pandemi Winner 2020 Akan Lebih Fokus Pada Penelitian Kesehatan

"Melalui WINNER akan memberikan kesempatan untuk merefleksikan sejarah panjang kolaborasi Belanda-Indonesia, mengidentifikasi prioritas bersama, memperdalam hubungan antara kedua negara dan membentuk kolaborasi baru. Perlunya kolaborasi internasional menjadi prioritas - untuk mempercepat kualitas perguruan tinggi Indonesia melalui kerjasama internasional terutama dengan Belanda"

Masa Pandemi Winner 2020 Akan Lebih Fokus Pada Penelitian Kesehatan


Telegraf – Pekan Kerjasama Pendidikan dan Riset Indonesia-Belanda atau Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) 2020 berlangsung pada 24-26 November 2020. WINNER 2020 dihelat secara daring oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dewan Riset Belanda (NWO), Nuffic Neso Indonesia, dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.

Dalam pembukaan hadir Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Koordinator Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro yang mengatakan dukungannya terhadap komitmen di tingkat tertinggi untuk memfasilitasi dan memperluas akses institusi pendidikan tinggi Indonesia ke penelitian Belanda dan peluang pendidikan serta kerjasama beasiswa.

“Melalui WINNER akan memberikan kesempatan untuk merefleksikan sejarah panjang kolaborasi Belanda-Indonesia, mengidentifikasi prioritas bersama, memperdalam hubungan antara kedua negara dan membentuk kolaborasi baru. Perlunya kolaborasi internasional menjadi prioritas – untuk mempercepat kualitas perguruan tinggi Indonesia melalui kerjasama internasional terutama dengan Belanda,” ungkapnya dalam pembukaan WINNER melaui webinar dengan tema “Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Dari Pengetahuan ke Praktik”, Selasa (24/11).

Ia menyebutkan dalam kondisi pandemic ini tentunya area kesehatan yang sangat diprioritaskan dibandingkan dengan pendidikan dan penelitian terkait virus Covid-19 juga menjadi prioritas untuk saat ini, ia berharap kerjasama penelitian tersebut dapat di lakukan.

“Namun, kita juga tidak bisa melupakan aspek ekonomi. Masyarakat bisa saja kebal dari virus yang ada, tetapi ada suatu kondisi dimana masyarakat tidak bisa bertahan hidup apabila tidak adanya pemasukan ekonomi. Maka dari itu aspek ekonomi dan sosial harus diperhatikan. “Dalam kondisi yang sedang terjadi ini juga, aspek lingkungan menjadi perhatian. Dengan adanya pembatasan aktivitas perekonomian, kita dapat merasakan lingkungan yang lebih bersih. Dalam kesimpulan, mengkombinasikan 3 aspek yaitu aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan harus seiring sejalan dan Indonesia dapat melihat contoh penerapan keseimbangan dalam ketiga aspek ini. Penelitian dalam penemuan vaksin juga akan menjadi prioritas dalam kerjasama penelitian dan diharapkan Indonesia dan Belanda dapat melakukan hal ini,” kata Bambang.

Hal yang sama juga di katakan Ingrid van Engelshoven Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, hal pertama kerjasama belanda dengan Indonesia saat pandemi adalah akan fokus khusus tentang bagaimana Indonesia dan Belanda dapat belajar dan saling mendukung dalam kolaborasi sains dan pendidikan untuk mengatasi krisis Covid-19.

“Pelaksanaan WINNER yang pertama ini akan memiliki fokus khusus tentang bagaimana Indonesia dan Belanda dapat belajar dan saling mendukung dalam kolaborasi sains dan pendidikan untuk mengatasi krisis Covid-19,” ungkapnya .

Ia meyebutkan bahwa WINNER pertama ini selain di bidang medis juga kualitas hidup harus diprioritaskan untuk saat ini. Namun hal hal lain juga tidak akan dilupakan seperti climate change, biodiversity, law and justice, agriculture, hydrology.

Untuk di ketahui WINNER adalah acara rutin tahunan. WINNER 2020 kali ini merupakan yang pertama diselenggarakan, yang diumumkan oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte selama kunjungannya ke Indonesia pada bulan Oktober 2019 dan disampaikan oleh Ketua NWO Wim van den Doel kepada Raja dan Ratu Belanda serta Menteri Luar Negeri Indonesia, selama kunjungan kenegaraan Belanda ke Indonesia pada bulan Maret 2020.

Fokus dalam kolaborasi tersebut adalah mendorong peneliti ilmiah dan terapan Indonesia dan Belanda untuk bekerja sama dalam masalah global yang relevan bagi masyarakat dan pembuat kebijakan di kedua negara, terutama terkait pencapaian SDGs. Dalam hal ini, memungkinkan Indonesia untuk belajar dari pendekatan Belanda untuk membangun sistem pendidikan tinggi dan inovasi sains.

Selain itu juga mempromosikan kolaborasi Litbang, kemitraan publik-swasta serta penelitian terapan di Living Labs di mana institusi pendidikan tinggi Indonesia dan Belanda berkolaborasi dengan sektor swasta Indonesia dan Belanda. (AK)


Photo Credit : Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Koordinator Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro dalam webinar  WINNER 2020 dengan tema “Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Dari Pengetahuan ke Praktik”, Selasa (24/11)


 

Atti K.

close