Markle dan Pangeran Harry Bicara Soal Rasisme Kerajaan Inggris

"Saya jadi paham bahwa bukan saja saya tidak dilindungi, tapi mereka bersedia berbohong untuk melindungi anggota keluarga yang lain. Namun mereka tidak bersedia mengatakan kebenaran untuk melindungi saya dan suami saya."

Markle dan Pangeran Harry Bicara Soal Rasisme Kerajaan Inggris


Telegraf – Dalam sebuah wawancara televisi bersama Oprah Winfrey, Minggu (07/02/2021). Meghan Markle, perempuan yang bergelar Duchess of Sussex itu mengatakan dirinya tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan, padahal ia sudah memintanya.

Istri Pangeran Harry itu mengatakan, jika keluarga Kerajaan Inggris tidak ingin nantinya anak mereka menjadi pangeran kerajaan.

Markle mengaku hidup bersama keluarga kerajaan Inggris begitu sulit sehingga terkadang dirinya “tidak ingin hidup lagi”.

Ditanya oleh Oprah apakah dia berpikir untuk melukai diri dan sempat ingin bunuh diri, Meghan menjawab: “Ya. Ini sangat, sangat, jelas. Sangat jelas dan sangat menakutkan. Saya tidak tahu harus mengadu ke siapa.”

Saat wawancara, Meghan dan Pangeran Harry juga menuduh keluarga kerajaan tidak melindungi mereka. Meghan berkata situasinya “mulai sangat buruk” setelah mereka menikah pada Mei 2018 lalu.

“Saya jadi paham bahwa bukan saja saya tidak dilindungi, tapi mereka bersedia berbohong untuk melindungi anggota keluarga yang lain. Namun mereka tidak bersedia mengatakan kebenaran untuk melindungi saya dan suami saya.”

Meghan tidak berbicara dalam klip pertama dirilis untuk mempromosikan acara spesial yang dipandu Oprah Winfrey. Harpo Productions/Joe Pugliese

Meghan tidak berbicara dalam klip pertama dirilis untuk mempromosikan acara spesial yang dipandu Oprah Winfrey. Harpo Productions/Joe Pugliese

Salah satu momen paling sulit, menurutnya, tatkala Pangeran Harry ditanya salah satu anggota keluarga kerajaan mengenai “seberapa gelap” kulit putranya di masa mendatang.

Pangeran Harry juga mengungkap bahwa ayahnya, Pangeran Charles, tak lagi menerima panggilan telepon darinya ketika dia mengatakan ingin mundur dari kehidupan kerajaan.

Mereka juga mengungkap bahwa janin yang akan dilahirkan pada musim panas mendatang, berjenis kelamin perempuan.

Archie Harrison, adalah clue untuk nama anak Markle dan Harry, desas-desusnya keluarga Kerajaan Inggris pun tidak ingin jika Archie menjadi pangeran di kerajaan nanti.

Pasangan tersebut pindah ke California, Amerika Serikat, setelah resmi mengundurkan diri dari tugas-tugas kerajaan pada Maret 2020. Kemudian diumumkan bulan lalu bahwa mereka tak akan lagi kembali sebagai anggota aktif keluarga kerajaan.

Itu diucapkan meski sebelumnya ada klaim bahwa tidak adanya pemberian gelar pada Archie adalah keputusan yang dibuat untuk memungkinkannya menikmati “kehidupan normal.”

“Bagaimana mereka menjelaskan pada Anda bahwa putra Anda, cicit Ratu, tidak akan jadi pangeran?” tanya Oprah pada Meghan.

Duke dan Duchess of Sussex dalam wawancara dengan Oprah Winfrey. Harpo Productions/Joe Pugliese

Duke dan Duchess of Sussex dalam wawancara dengan Oprah Winfrey. Harpo Productions/Joe Pugliese

“Anda pasti pernah bercakap-cakap dengan Harry tentang hal itu, dan memiliki kecurigaan sendiri mengapa mereka tidak ingin menjadikan Archie seorang pangeran. Menurut Anda mengapa demikian?” sambung Oprah.

Saat itu, dilaporkan bahwa Duke dan Duchess of Sussex telah memutuskan Archie tidak memiliki gelar kerajaan, yang dianugerahkan oleh Ratu, karena menginginkan sang putra memiliki “kehidupan yang normal.” Namun, menurut Meghan, sebenarnya keputusan itu diambil keluarga kerajaan.

“Mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin ia (anak Meghan dan Harry) jadi pangeran atau putri, yang akan berbeda dari protokol, dan bahwa ia tidak akan menerima (perlindungan) keamanan,” kata Meghan. “Ini berlangsung selama beberapa bulan terakhir kehamilan saya.”

Meghan Markle mengaku, ia kemudian diberi tahu bahwa Archie tidak akan menerima keamanan karena “tidak akan jadi pangeran,” keputusan yang menurutnya dan Pangeran Harry tidak mereka ambil untuk sang anak sulung.

Selama wawancara, Meghan Markle mengaku tidak diberi penjelasan mengapa tidak ada pemberian gelar untuk Archie. Tapi, ia mengatakan akan menerima gelar untuk Archie jika itu “berarti ia akan aman.”

“Itu bukanlah keputusan yang kami buat. Meski saya dampak baik dan buruk menerima gelar, itu hak mereka (anak keluarga kerajaan) untuk nantinya membuat pilihan,” kata Meghan menambahkan bahwa itu menjengkelkan karena Archie tidak menerima gelar, terutama sebagai satu-satunya orang kulit berwarna di keluarga.

Menurut Meghan, keputusan Archie tidak memiliki gelar atau keamanan dibuat seiring “kekhawatiran dan percakapan tentang seberapa gelap kulit (Archie) saat ia lahir.”

Meski tidak memiliki gelar, Archie saat ini berada di urutan ke-7 pewaris takhta, satu tempat di belakang ayahnya, Pangeran Harry, yang berada di urutan ke-6.

Selain itu, pasangan tersebut telah melepaskan gelar kerajaan mereka sesuai perjanjian keputusan mundur dari peran sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Namun, Meghan dan Harry mempertahankan gelar yang diberikan Ratu pada hari pernikahan mereka.


Photo Credit: Oprah Winfrey mewawancarai pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Harpo Productions /Joe Pugliese

 

Ishwari Kyandra

close