Connect with us

Didaktika

LSPR Cetak SDM Yang Unggul Berwawasan Internasional

Published

on

Foto acara Hybrid Wisuda LSPR Tahun 2021 "LSPR CETAK SUMBER DAYA MANUSIA YANG UNGGUL BERWAWASAN INTERNASIONAL"

️Play Radio 🎶



Telegraf – Institut Komunikasi dan Bisnis The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, menggelar wisuda dengan tema “SDM Unggul Indonesia Berwawasan Internasional, Berjuang Bersama, Maju Bersama”. Acara Pembukaan dilakukan secara hybrid di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Bekasi, 6 Desember 2021.

Tahun ini, LSPR melantik 929 wisudawan dari Strata Satu (S1), Pendidikan Jarak Jauh Strata Satu (S1), Strata 2 (S2), dan LSBA (Pendidikan Berkebutuhan Khusus). Dalam pembukaan acara Wisuda, Senat dan Pembicara hadir secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Wisudawan dan Orangtua hadir dalam pembukaan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Kolega dapat menyaksikan melalui Youtube LSPR TV.

Hadir dalam acara wisuda tahun ini adalah Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah III Prof. DR. Agus Setyo Budi, M.Sc, Alumni Sukses LSPR, Vice President Corporate Affairs Food & Groceries GOJEK Indonesia, Rosel Lavina Soedjati, dan H.E. Djauhari Oratmangun, Duta Besar Berkuasa Penuh Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok yang juga menyampaikan speech sebagai perwakilan Wisudawan Strata Dua atau Magister Ilmu Komunikasi.

LSPR semakin mematangkan diri di ranah Internasional, pada tanggal 31 Oktober 2022, LSPR berhasil mendapatkan rekognisi akreditasi Internasional dari British Accreditation Council for Independent Further and Higher Education as an Independent Higher Education Provider. Selain itu, LSPR Fakultas Komunikasi & Fakultas Bisnis Undergraduate Programme (Strata Satu) & Postgraduate Programme (Stata Dua) sudah memenuhi standar kualitas dan mendapatkan Akreditasi Internasional oleh Global Alliance for Public Relations and Communication Management.

Global Alliance selaku asosiasi dan Institusi PR & Communication Management terkemuka, yang membawahi lebih dari 300.000 praktisi dan akademisi PR di seluruh dunia.

Dalam wisuda ke – 30 ini, LSPR memberikan apresiasi kepada Wisudawan terbaik dari setiap progam studi Strata Satu, Pendidikan Jarak Jauh Strata Satu dan Strata 2. Adapun pemilihan Wisudawan terbaik berdasarkan penilaian nilai akademik, nilai non akademik, dan penilaian wawancara. Proses wawancara dilakukan oleh tim panelis (Direktur / Dekanat / Tim Prodi) yang menentukan Wisudawan terbaik.

Wisudawan terbaik Strata Satu, yaitu Heidy Isabel, Wisudawan terbaik Pendidikan Jarak Jauh Strata Satu diraih oleh Prilly Latuconsina dan Wisudawan terbaik Strata 2 diraih oleh Gideon Satria Putra Sugiyanto. Wisudawan terbaik Strata Satu (Heidy Isabel) dan Wisudawan terbaik Pendidikan Jarak Jauh Strata Satu (Prilly Latuconsina) mendapatkan Hadiah Beasiswa Pendidikan Magister Ilmu Komunikasi LSPR.

Acara wisuda ini adalah simbol resmi bahwa para wisudawan akan memasuki lingkungan baru yaitu lingkungan kerja. Mereka juga diharapkan mampu untuk mempertanggungjawabkan gelar yang didapatkan, baik secara moral dan intelektual. Dalam sambutannya, Prof. Agus menyatakan turut bersyukur dan berbahagia atas keberhasilan Wisudawan, LLDikti terus menggelorakan semangat merdeka belajar, kampus merdeka, kolaborasi antar Perguruan Tinggi dan antar Industri.

LLDikti Wilayah III juga mendukung penuh kewirausahaan demi pemulihan ekonomi. Diharapkan wisudawan melahirkan ekosistem inovasi, berbagai ide kreatif untuk penggerak ekonomi kita di masa depan, dan sebagai penggerak transformasi digital.

Hal senada disampaikan pula oleh Founder and CEO LSPR Jakarta Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR. Apresiasi dan rasa bangga yang mendalam ditujukan kepada seluruh wisudawan yang berhasil menyandang gelar akademik, baik strata satu maupun strata dua. “Saatnya kini, ilmu yang didapat diterapkan dalam kehidupan yang nyata. Gelar yang disandang tidak hanya untuk dipandang, namun juga meraih eksistensi dan unggul dalam kompetisi”.

Ibu Prita juga menambahkan 5 tips untuk wisudawan yang perlu dimiliki “Kemampuan mengelola waktu dalam hal kedisiplinan, kemampuan bergaul dalam membina hubungan baik, kemampuan persuasi, kemampuan riset teknologi analisis dan komunikasi serta kemampuan untuk mencapai standar internasional, memiliki keahlian yang setara” tambahnya.

Duta Besar Republik Indonesia di Beijing untuk Republik Rakyat Tiongkok Merangkap Mongolia sebagai Wisudawan Magister Ilmu Komunikasi, H.E. Djauhari Oratmangun menyampaikan rasa syukur terima kasih dan bangga sudah menjadi lulusan  LSPR.

“Bagi saya berkuliah di LSPR adalah pilihan sangat tepat, saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat, saat berkuliah bertemu Dosen yang hebat memiliki banyak pemahaman dan pengetahuan yang luar  biasa. Ilmu Komunikasi saat sangat dibutuhkan dalam berdiplomasi dan saya terapkan dalam menjalani tugas sebagai Duta Besar”.

Prilly Latuconsina sebagai Best of The Best Graduates 2021 menyatakan LSPR sebagai Kampus Ilmu Komunikasi yang tepat dan terbaik “Saya belajar banyak hal dari menyelesaikan project saat perkuliahan, itu merupakan momen pengalaman yang paling berharga dan belajar untuk disiplin waktu. Saya sebagai Ketua Project, belajar bagaimana kerja di kelompok yang berbeda dan belajar untuk berkompetisi sehat, project tersebut melatih kita untuk siap di dunia kerja, seperti membuat proposal, presentasi bukan hanya di hadapan Dosen namun dinilai juga oleh Praktisi dan Expertise”. Setelah lulus, Prilly akan mengaplikasikan ilmu yang dipelajari untuk mengembangkan bisnis yang ia miliki.


Photo Credit : Foto acara Hybrid Wisuda LSPR Tahun 2021 “LSPR CETAK SUMBER DAYA MANUSIA YANG UNGGUL BERWAWASAN INTERNASIONAL” / doc.Ist


 

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Didaktika

Ingin Jadi Pengusaha? Berikut Tips Suksesnya

Published

on

By

Photo Credit : Wahyu Aulizalsini A, M.Psi, Psikolog/Doc/Pribadi

️Play Radio 🎶


Telegraf – Masa pandemic,  semakin menjamurnya para pengusaha baru. Saat ini semakin banyak orang mulai melirik dunia usaha ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan.

Kesuksesan finansial yang bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri mendorong orang untuk memilih memulai usaha mereka sendiri. Banyak kisah sukses para pengusaha yang berjuang dari nol dan harus melewati jalan panjang serta berliku sebelum akhirnya mereka meraih kesuksesan. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kamu yang ingin menjajal dunia wirausaha.

Kepatuhan (obedience) dalam lmu psikologi disebut sebagai suatu tindakan, perbuatan atau sikap dan tingkah laku seseorang untuk menerima, mematuhi, dan mengikuti permintaan atau perintah orang lain dengan penuh kesadaran. Menurut Papalia dan Feldman (2003), kepatuhan adalah perubahan sikap dan tingkah laku seseorang untuk mengikuti permintaan atau perintah orang lain.

Aspek-aspek dari kepatuhan antara lain:

1. Mempercayai (belief). Individu lebih patuh apabila mereka percaya bahwa tujuan dari dibentuknya suatu peraturan itu merupakan sesuatu yang penting. Individu percaya bahwa mereka diperlakukan secara adil oleh orang yang memberi perintah atau biasa disebut pemimpin, percaya pada motif pemimpin dan menganggap bahwa individu tersebut bagian dari organisasi atau kelompok yang ada dan memiliki aturan yang harus diikuti.

2. Menerima (accept). Individu yang patuh menerima dengan sepenuh hati perintah dan permintaan yang ada dalam peraturan yang telah dipercayainya. Mempercayai dan menerima merupakan aspek yang berkaitan dengan sikap individu.

3. Melakukan (act). Melakukan dan memilih taat terhadap peraturan dengan sepenuh hati dan dalam keadaan sadar. Melakukan sesuatu yang diperintahkan atau menjalankan suatu aturan dengan baik, maka individu tersebut bisa dikatakan telah memenuhi aspek-aspek dari kepatuhan.

Menurut hasil survey dan wawancara yang dilakukan oleh penulis, bahwa salah seorang pengusaha sukses IMA yang juga pendiri dari sebuah Yayasan sosial. Fokusnya mengangkat harkat dan derajat anak-anak yatim, mengatakan bahwa kesuksesannya saat ini tidaklah terlepas dari campur tangan keberkahan yang diberikan Tuhan YME.

Semua keberhasilannya dalam memimpin karyawannya dari berbagai bisnis yang digelutinya disebabkan karena obedience-nya atau kepatuhannya kepada nasihat dan arahan dari orangtuanya yakni Ibunya, walaupun terkadang ia harus mengalahkan ego dan keinginannya sebagai seorang anak sekalipun. Salah satu tips suksesnya adalah tentang kepatuhan seorang anak terhadap perintah ibunya. “ingin sukses? Patuhlah pada ibumu, meskipun hal tersebut membuat engkau mengorbankan ambisi dan keinginanmu yang lain” begitu ungkapnya.

Disadur dari sebuah artikel yang tayang pada laman web Kementrian Keuangan tentang “Peran Ibu dalam Keluarga, Masyarakat dan Organisasi” oleh Heni Kholifatul Ulum yang ditulis pada hari Selasa, Tanggal 21 Desember 2021 bahwa Wanita adalah jantung dalam setiap rumah tangga, ketika dia berhenti bekerja maka berhentilah seluruh kehidupan di dalamnya. Mengandung, melahirkan, dan menyusui adalah starter pack tugas seorang wanita menjadi ibu. Ibu dalam keluarga memegang berbagai peranan penting.

Ibu adalah “Menteri Pendidikan” bagi anak-anaknya, mendidik dan mengajari tentang keyakinan beragama, adab dan norma, fisik dan mental, intelektual, dan psikologi sehingga terbentuk kepribadian yang baik dalam diri sang anak. Dalam “kegiatan belajar mengajar” tersebut ibu juga harus menjadi figur dan memberi contoh yang baik untuk anak. Ibu adalah “Menteri Kesehatan” yang harus memperhatikan asupan nutrisi setiap anggota keluarga, menyajikan hidangan dengan kreatifitasnya, hingga merawat anggota keluarga yang sakit.

Ibu adalah “Menteri Keuangan” yang mengelola pemasukan dan pengeluaran setiap harinya, memastikan semua kebutuhan terpenuhi sesuai prioritasnya, dan mengarahkan untuk mencapai tujuan keluarga. Ibu adalah “Manajer” yang berperan untuk memastikan setiap tugas dan fungsi dalam keluarga berjalan sebagaimana mestinya. Memastikan rumah menjadi tempat paling nyaman bagi keluarga baik dari segi kebersihan maupun suasana di dalamnya.

Lebih lanjut lagi , IMA juga menyampaikan bahwa kondisinya saat ini adalah karena peran Ibunya yang sangat memberi pengaruh besar dalam perkembangan psikologisnya. Ia mengatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan sosial yang terpenting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi seorang anak. Keluarga merupakan wadah tempat bimbingan dan latihan anak sejak kehidupan mereka yang sangat muda, dan diharapkan dari keluargalah seseorang dapat menempuh kehidupannya dengan masak dan dewasa.

Berbicara mengenai pendidikan anak, maka yang paling besar pengaruhnya adalah ibu. Ditangan ibu keberhasilan pendidikan anak-anaknya walaupun tentunya keikutsertaan bapak tidak dapat diabaikan begitu saja. Ia menyampaikan bahwa Ibunya memainkan peran yang penting di dalam mendidik anak-anaknya yang berjumlah 11 orang. Menurutnya agi, pendidikan di sini tidak hanya dalam pengertian yang sempit. Pendidikan dalam keluarga dapat berarti luas, yaitu pendidikan iman, moral, fisik/jasmani, intelektual, psikologis, sosial, dan pendidikan seksual.

Penulis : Wahyu Aulizalsini A, M.Psi, Psikolog

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

Menembus Keterbatasan Untuk Meraih Prestasi

Published

on

Penyerahan buku kecil berjudul Menembus Keterbatasan diserahkan oleh Ketua Umum PP Special Olympics Indonesia (SOina) Warsito Ellwein kepada Koordinator Pengembangan Koleksi, Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi, Perpustakan Nasional, Republik Indonesia. TELEGRAF
Penyerahan buku kecil berjudul Menembus Keterbatasan diserahkan oleh Ketua Umum PP Special Olympics Indonesia (SOina) Warsito Ellwein kepada Koordinator Pengembangan Koleksi, Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi, Perpustakan Nasional, Republik Indonesia. TELEGRAF

️Play Radio 🎶


Telegraf – Sebuah buku kecil berjudul Menembus Keterbatasan diserahkan oleh Ketua Umum PP Special Olympics Indonesia (SOina) Warsito Ellwein kepada Koordinator Pengembangan Koleksi, Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi, Perpustakan Nasional, Republik Indonesia, Ramadhani Mubaroq, pada Jum’at (16/12/2022) petang.

Buku kecil itu merupakan kumpulan karya anak-anak bertalenta khusus, atau disabilitas intelektual, anggota SOina. Antologi yang terdiri dari limapuluh karya itu merupakan pertama karya tulis anak-anak bertalenta khusus yang tersimpan di sana. Sebelumnya disabilitas intelektual kesulitan untuk memenuhi kriteria untuk mendapatkan ISBN.

Para penulis berkisah tentang dirinya dan perjuangan mereka hingga dapat meraih penghargaan atas kemenangan di berbagai ajang perlombaan baik lokal maupun internasional. Salah satunya, Kemal M Rizky Avicenna bercerita dengan lancar, kemampuannya bermain bocce dan memainkan alat musik biola serta keikutsertaan dalam Special Olympics Indonesia sejak 2009.

Dalam tulisan berjudul “Biarkan Kami Menang dan Berani Untuk Mencobanya” mahasiswa program inklusi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini, meminta dukungan pemerintah bagi para atlit berkebutuhan khusus. Perjalanan ataupun perjuangan para atlit, termasuk dirinya, untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional bukan hal yang mudah.

Benar, Kemal adalah salah satu sosok anak bertalenta khusus yang mendapat dukungan penuh keluarga dan lingkungannya. Dia menjadi sosok yang tampil penuh percaya diri. Pada kesempatan penyerahan buku itu, Kemal tampil berduet dengan penyanyi Lisa Ariyanto menjadi Master of Ceremony.

Penulis lain Sthepanie Handojo lewat karangan berjudul “Prestasiku” tanpa malu bertutur kegiatannya selama masa pandemic. Dia tak lupa mencantumkan prestasinya sebagai peraih emas cabang olahraga renang di banyak kejuaran di berbagai negara. Penghargaan dari Kemenpora, 28 Oktober 2017, sebagai Atlet Berprestasi pun disebutkan bersama sederet penghargaan lain.

Beberapa penulis lain mengirimkan naskah menarik sebagaimana milik Kemal dan Sthepanie, namun kualitas secara umum tak merata. Karya lain ada yang pendek dan amat sederhana meskipun sang penulis punya prestasi yang mengagumkan di dunia internasional. Hal itu bisa dimengerti.

Kekhususan Anak

Sebagaimana disebutkan dalam pengantar buku ini merupakan pembuktian bahwa setiap anak hadir dengan kekhususan mereka. Keberterimaan orangtua dan keluarga adalah modal bagi anak bertalenta khusus atau disabilitas intelektual untuk berkembang. Bila mereka diberi kesempatan pasti bisa meraih prestasi mesti harus bergelut dengan keterbatasan.
Sudah pasti karya-karya tulis itu tak mudah dihasilkan mengingat keadaan para penulisnya.

Butuh sebuah proses berliku terhitung sejak para pengurus SOina menginisiasi kursus menulis itu. Menurut Herlina Kristianti, inisiator sekaligus editor, pada awalnya dia bertindak sebagai pembimbing. Lewat komunikasi siber, baik pertemuan via Zoom maupun WhatsApps, para peserta dibimbing untuk menuangkan ide secara tertulis.

“Ini tak mudah, karena ketika mereka mendengar kata prestasi saja sulit memahaminya,” ujarnya.

Untuk itu para pembimbing beserta orang tua yang menyertainya mencari jalan agar peserta bisa mengerti apa yang dimaksud dengan prestasi. Setelah berhasil barulah peserta bisa bertutur apa saja yang telah mereka capai selama ini dan bagaimana upaya atau perjuangan untuk mencapainya.

Butuh waktu tiga bulan bagi para peserta untuk menyelesaikan karyanya dan mengirim kepada editor. Tak semua bisa menyelesaikan dua topik yakni perjuangan meraih prestasi dan profil penulis sendiri. Hambatan teknis juga muncul. Tak semua memiliki komputer sehingga pembimbing memberi toleransi peserta menuliskannya pada kertas. Hasilnya dikirim lewat telepon pintar kepada editor. Sebagian lagi hanya bisa menuangkannya dalam gambar karena tidak mampu menulis.

Menurut Herlina para orangtua amat terkejut melihat hasil penerbitan buku ini. Kendati sejak awal mereka antusias membantu anak-anaknya untuk mengikuti kursus menulis, seperti hasil akhir tak pernah terbayangkan.

Tuntutan untuk bersabar dan mengerti kondisi peserta kursus amat tinggi mengingat kondisi pandemi yang juga mempengaruhi mental mereka.

“Kadang ada yang menghubungi kami lewat tengah malam, untuk menyampaikan idenya menulis,” ujar Herlina.

Pesan seperti itu, tentu mesti segera direspon agar idea itu tidak hilang. Koleksi baru Perpustakaan Nasional ini merupakan sesuatu yang istimewa. Para orangtua para penulis pun takjub.

Saat awal mendapat tawaran ikut kursus menulis mereka tak percaya anak-anak mereka akan mampu. Menulis dipandang sebagai aktifitas sulit dan hanya akan dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki tingkat daya pikir yang tinggi. Sedangkan anak-anak mereka berada di posisi sebaliknya.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

Penghargaan Diri dari Penggalan Kisah Hidup dalam “Aku dan Buka Dia”

Published

on

By

Photo Credit : Elena Zachnas usai bercerita terkait isi bukunya, di Jakarta Kamis (27/10)/Doc/telegraf

️Play Radio 🎶


Telegraf – Menghargai diri sendiri bagi banyak orang itu perlu, Elena Zachnas adalah salah satunya, ia mencoba menghadiai dirinya sebuah buku, yang di tulisnya sendiri untuk kado istimewa di usia 55 tahun.

“Aku dan bukan dia” sebuah kumpulan pusi yang di jahit dalam satu buku berisikan 140 halaman dan 55 puisi yang menceritakan penggalan kisah.

“Buku ini ada 3 babak dalam kehidupan saya, suatu pergulatan jiwa atas makna hidup yang dijalani,” ungkapnya dalam konfrensi pers kenal ulang bukunya di Jakarta, Kamis (27/100).

Elena menceritakan didalam buku ini jika dibaca mungkin ada yang terwakili jiwa jiwanya. “Bahwa cahaya itu tidak akan hilang, walaupun saat gelap dan benar benar gelap, cahaya pasti akan ada. Karena setiap orang pasti punya harapan,” tuturnya.

Dari tiap puisi dijalin seperti penggalan kisah, seperti buku harian suatu pergulatan jiwa atas makna hidup yang dijalani. Ada benang merah cerita yang saling terkait satu sama lain.

Lanjut Elena, Menulis menjadi bagian dari sebuah proses penyembuhan ketika pikiran dan rasa terjebak dalam kegalauan. Ia berharap bukunya bisa menjadi inspirasi yang bermakna bagi proses mental dari rasa menjadi karya.

Elena Zachnas penulis puisi yang juga sebagai penulis lirik lagu yang pernah di nyanyikan oleh almarhum Chrisye dengan judul Gelapkan Sirna, begitu juga Erwin Gutawa yang perna memintanya untuk menulis lirik untuk Edo Kondologit dan masih banyak lagi.

Elena Zachnas menambahkan menulis adalah gairah hidup yang tidak dapat dipadamkan. Menulis adalah bentuk kejujuran yang hendak terus ditanamkan.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

Temukan Bibit Kreatif Berpeluang Mendapatkan Beasiswa dan Penempatan Kerja Dalam SIC

Published

on

By

Photo Credit : Photo 2 - Para pemenang Samsung Innovation Campus Batch 3 20212022, pemenang pertama dari SMKN 1 Geger Madiun, pemenang kedua tim Altissimo dari SMKN 1 Cimahi, pemenang ketiga serta pemenang favorit tim Nebula (1)/Doc/Samsung

️Play Radio 🎶


Telegraf – Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 3 – 2021/2022 dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan para siswa untuk menjadi talenta digital yang mumpuni melalui pembelajaran coding, programming, dan IoT.

Kegiatan tersebut memasuki babak penyisihan yang akan menemukan calon calon mendapatkan beasiswa serta penempatan kerja dari samsung.

“Melalui SIC, Samsung berkomitmen untuk membantu pemerintah melakukan pembinaan dan pengembangan siswa-siswi SMK maupun MA dan MAK melalui program link and match. Materi-materi pelatihan di Samsung Innovation Campus sejak semula sejalan dengan konsep 8+i link and match yang memang ditujukan untuk memperkuat soft skill dan hard skill, peningkatan kompetensi siswa dan guru, praktik kerja lapangan, penyerapan lulusan oleh industri, serta pemberian beasiswa,” ungkap Risman Adnan, Director of Software R&D, Samsung Research Indonesia dalam webinar, Rabu, (12/10).

Risman Menerangkan beasiswa pelatihan kesiapan kerja (Job Readiness training) akan diberikan Samsung kepada 40 siswa berprestasi, yang terdiri dari 20 siswa yang tergabung di 5 tim finalis dan 20 siswa terbaik lainnya yang dipilih dari babak ketiga yaitu IoT Product Development Bootcamp. Para peserta ini juga akan ditempatkan bekerja di perusahaan-perusahaan yang menjadi partner dari Skilvul, setelah mereka lulus.

Dikesempatan yang sama Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menilai Samsung Innovation Campus sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat dan mengembangkan potensi diri mereka.

“Saya mengapresiasi program strategis ini dan berharap apa yang sudah dilakukan oleh Samsung bisa menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk ikut serta merevitalisasi pendidikan vokasi. Menurut saya, kolaborasi yang erat antara dunia pendidikan vokasi dan industri akan meningkatkan angka partisipasi kerja lulusan sekolah vokasi dan secara konsisten menurunkan tingkat pengangguran terbuka,” ujar Menteri Muhadjir.

Risman menambahkan di culmination event, kelima finalis mempresentasikan karyanya di depan dewan juri, yang diantaranya berasal dari perwakilan Samsung Research Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Kementerian Agama, Tokopedia dan Skilvul. Finalis terbaik akan meraih kesempatan ke babak keempat, yaitu Job Ready Coding Bootcamp. Di babak akhir ini, peserta akan mendapatkan pelatihan coding intensif siap kerja, dilanjutkan dengan career coach dan penempatan kerja.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

PA GMNI Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan Dengan UBK

Published

on

Penandatangan kesepakatan (MOU) oleh Ketua Harian DPP PA GMNI Arudji Wahyono dan rektor UBK Didik Suhariyanto di aula UBK Jakarta, Kamis 29 September 2022. MARHAENIST.ID
Penandatangan kesepakatan (MOU) oleh Ketua Harian DPP PA GMNI Arudji Wahyono dan rektor UBK Didik Suhariyanto di aula UBK Jakarta, Kamis 29 September 2022. TELEGRAF

️Play Radio 🎶


Telegraf – Universitas Bung Karno (UBK) menjalin kerjasama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI). Kerja sama ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh ketua harian DPP PA GMNI Arudji Wahyono dan rektor UBK Didik Suhariyanto. Acara tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP PA GMNI Arif Hidayat dan Ketua Yayasan Bung Karno M. Marhaendra, di aula Bung Karno, Kamis malam (29/09/2022).

Dalam sambutannya, Didik mengatakan kerja sama ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pendidikan bagi mahasiswa UBK.

“Di era revolusi industri 4.0 dan era society 5.0 yang telah membuat disrupsi hampir semua kehidupan manusia termasuk pengelolaan layanan pendidikan tinggi,” katanya.

Menurutnya, dengan kerja sama tersebut diharapkan dapat meneruskan perjuangan dalam membangun karakter dan wawasan kebangsaan dalam bidang pendidikan.

“Kolaborasi ini juga untuk meneruskan perjuangan dalam membangun nation and character building dalam bidang pendidikan dengan motto Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah. Dalam rangka pembangunan bangsa dan negara seperti yang di cita-citakan oleh The Founding Father Bung Karno,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Arif Hidayat juga mengatakan, bahwa bentuk kerjasama yang ditawarkan oleh DPP PA GMNI adalah mulai dari memberikan pendidikan, praktek, pengabdian hingga penelitian.

“Keduanya berharap dalam kerja sama ini dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, menghasilkan produk hasil penelitian yang berdaya guna bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” kata Arif.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno M. Marhaendra, menilai kedatangan GMNI ke UBK sama dengan kembali ke kandang yang sesungguhnya.

“Karena, jika di lihat latar belakang GMNI adalah anak-anak ideologis Bung Karno,” ujar Marhaendra yang merupakan putra dari Rachmawati Soekarnoputri.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close