LPPOM MUI Himbau Masyarakat Tidak Tergiur Harga Daging Murah Karena Dikhawatirkan Daging Non Halal

"Ini praktek bisnis yang tidak hanya curang dan jahat, namun juga meresahkan masyarakat karena daging palsu tersebut beredar di kalangan konsumen muslim yang mengharamkan daging babi"

LPPOM MUI Himbau Masyarakat Tidak Tergiur Harga Daging Murah Karena Dikhawatirkan Daging Non Halal

Telegraf, Jakarta – Maraknya kasus peredaran daging sapi yang di oplos dengan daging celeng atau daging babi (daging Non Halal) yang terjadi setiap menjelang Lebaran, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia
(LPPOM MUI) menghimbau kepada masyarakat agar jangan tergiur terhadap penawaran daging dengan harga murah yang tidak terjamin kehalalannya.

“Ini praktek bisnis yang tidak hanya curang dan jahat, namun juga meresahkan masyarakat karena daging palsu tersebut beredar di kalangan konsumen muslim yang mengharamkan daging babi,” ujar Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si.

Dr. Lukman menjelaskan tingginya permintaan dan suplai serta lemahnya penegakan hukum, membuat oknum – oknum memiliki celah dan memanfaatkan situasi. Peredaran daging babi yang dikemas seolah-olah daging sapi tidak bisa dilihat secara parsial, karena selalu berulang.

Lukmanul Hakim menegaskan peredaran daging non halal sejatinya sudah diatur sedemikian rupa, dan jalur distribusinya juga berbeda dengan jalur distribusi daging halal. “Kalau ada daging babi beredar di pasar-pasar tanpa memenuhi aturan, itu jelas ilegal,” tegas Lukmanul Hakim.

Menurut Lukmanul Hakim, yang juga Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Perekonomian, setelah diberlakukannya UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) kasus peredaran daging ilegal mestinya tidak perlu terjadi lagi. Sebab, pemerintah telah memiliki payung hukum yang jelas tentang produk halal.

“Tinggal implementasinya yang harus lebih dikuatkan. Untuk itu perlu koordinasi dan kerjasama antarinstansi pemerintah serta penegak hukum dalam pengawasan pelaksanaan jaminan produk halal di Indonesia,” kata Lukmanul Hakim.

Lukmanul Hakim menambahkan Kasus terbaru pemalsuan daging terjadi di wilayah Bandung, Jawa Barat. Polisi dari Polresta Bandung, Jawa Barat, berhasil mengamankan empat orang pelaku perdagangan daging babi yang diklaim sebagai daging sapi. Selama hampir setahun terakhir, para pedagang curang tersebut mengedarkan sekitar 63 ton daging palsu tersebut.

Baca Juga :   Ringankan Kebutuhan Di Masa Pandemi Managemen Buroq Berbagi ke Drivernya

Diketahui Daging celeng oplosan adalah daging celeng yang dicampur dengan daging sapi dan diklaim sebagai daging sapi. Adapun daging palsu adalah daging celeng atau daging babi yang dijual seolah olah sebagai daging sapi. (AK)


Credit photo : Salah satu Pedagang Daging di sebuah pasar di Jakarta sedang melayani pelanggan/Dok Telegraf


Tanggapi Artikel