Laba Bersih Bank Danamon Stabil, Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 6%

Laba Bersih Bank Danamon Stabil, Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 6%

“Meskipun profit kami masih stabil seperti dengan tahun lalu, namun dalam hal penyaluran dana mengalami pertumbuhan double digit dibanding tahun sebelumnya. Kredit UKM dan KPR terus tumbuh dan dalam pembiayaan kendaraan bermotor juga terus meningkat seiiring dengan membaiknya industri otomotif,”

Laba Bersih Bank Danamon Stabil, Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 6%


Telegraf, Jakarta – Hingga kuartal III tahun ini, laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon di sembilan bulan pertama tahun 2018 masih belum banyak beranjak dari tahun lalu. Tahun lalu, NPAT bank ini mencapai Rp 3,034 triliun, sedangkan tahun ini di periode yang sama ada di angka Rp 3,038 triliun,

Di sisi net interest income atau pendapatan bunga bersih juga hanya naik tipis, 2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Naik dari Rp 10,581 triliun menjadi Rp 10,825 triliun. Di sisi lain, beban operasional naik 1%, dari Rp 6,390 triliun menjadi Rp 6,439 triliun di kuartal III tahun ini.

“Meskipun profit kami masih stabil seperti dengan tahun lalu, namun dalam hal penyaluran dana mengalami pertumbuhan double digit dibanding tahun sebelumnya. Kredit UKM dan KPR terus tumbuh dan dalam pembiayaan kendaraan bermotor juga terus meningkat seiiring dengan membaiknya industri otomotif,” kata Satinder Ahluwalia, Chief Financial Officer (CFO) dan Direktur Bank Danamon, saat pemaparan kinerja, hari ini (24/10/2018) di Menara Danamon.

Ia menambahkan, sampai dengan kuartal ketiga tahun 2018, total portofolio kredit dan Trade Finance Bank Danamon tumbuh 6% menjadi Rp 134,3 triliun. Sedangkan di pada periode yang sama tahun 2017 di angka Rp 126,9 triliun.  Kredit di segmen Perbankan UKM tumbuh 11% menjadi Rp 30,5 triliun, sementara kredit KPR tumbuh 35% menjadi Rp 7,3 triliun. Di luar pembiayaan mikro, total portofolio kredit dan Trade Finance tumbuh 10% menjadi Rp 131,1 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

Pada pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12% secara setahunan menjadi Rp 49,7 triliun pada akhir bulan September 2018. Pertumbuhan double digit ini didorong oleh pembiayaan baru yang tumbuh 14,8% untuk roda dua dan 22% untuk roda empat dari tahun sebelumnya. Padahal, pada periode yang sama tahun 2017, pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua turun 16% dan roda empat stagnan.

Danamon juga berhasil menekan kredit bermasalah di periode ini. Tahun lalu, non-performing loan (NPL) bank ini di kisaran 3,3%. Sedangkan tahun ini berhasil ditekan hingga 3,0%.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio atau CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank di kelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 22,3%, sementara CAR bank only tercatat sebesar 23,1%.

Untuk terus menjaga performa, Danamon terus melepas dana mahal. Tercatat, deposito mengalami penurunan turun 3% menjadi Rp 50,9 triliun,  “Hal ini untuk membuat struktur pendanaan yang lebih baik  dan menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan ke depannya,” pungkas Satinder. (Red)


Photo Credit : FILE/Dok/Ist. Photo

 

KBI Telegraf

close