Bagaimana Geliat Investasi Industri Otomotif Tahun 2018?

“Ke depannya, target besarnya, yakni menjadi pemasok kendaraan jenis sedan dan SUV,”

Bagaimana Geliat Investasi Industri Otomotif Tahun 2018?

Telegraf, Jakarta – Industri otomotif di Indonesia semakin menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan mampu mengikuti selera konsumen global. Hal ini mendorong produsen di dalam negeri untuk terus melakukan ekspor. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto industri otomotif di Indonesia kini telah berkembang pesat, dengan menjadi basis produksi kendaraan jenis MPV, truk, dan pikap. Pengembangan kendaraan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ekspor ke pasar global.

“Ke depannya, target besarnya, yakni menjadi pemasok kendaraan jenis sedan dan SUV,” ungkapnya, pada Senin (22/10/2018) lalu.

Saat ini pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga mendorong penambahan investasi baru maupun ekspansi. Langkah strategis ini juga diharapkan dapat mengadopsi atau terjadinya transfer teknologi terkini.

“Sehingga realisasi target produksi 1,5 juta unit pada tahun 2020 bisa tercapai,” katanya.

Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor industri alat angkutan dan transportasi lain pada semester I tahun 2018 mencapai Rp 926,4 miliar. Sedangkan untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar US$ 343,6 juta.

Industri otomotif merupakan satu dari lima sektor prioritas yang siap memasuki revolusi industri keempat. Sumbangsihnya kepada PDB yang mencapai 10,16% pada tahun 2017 serta mampu menyerap tenaga kerja langsung sekitar 350 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang.

Bahkan, Kementerian Perindustrian mencatat, kinerja industri otomotif di Indonesia semakin melesat, terlihat pula dari jumlah ekspor dalam bentuk komponen kendaraan yang naik hingga 13 kali lipat, dari 6,2 juta pieces pada tahun 2016 menjadi 81 juta pieces tahun 2017.

Lonjakan pun terjadi pada angka produksi kendaraan bermotor roda empat, dari 1,177 juta unit tahun 2016 menjadi 1,216 juta unit pada tahun 2017. Jumlah tersebut diperkuat dengan peningkatan ekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 231 ribu unit tahun 2017 dibanding tahun 2016 sekitar 194 ribu unit. (Red)


Photo Credit : Noriko Hayashi/Bloomberg

 

Share



Komentar Anda