Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kemristek Kucurkan Rp400 Milyar Untuk Penelitian
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Kemristek Kucurkan Rp400 Milyar Untuk Penelitian

Didik Fitrianto Rabu, 17 Februari 2021 | 03:20 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Penelitian
Penelitian. FILE/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) memberikan dana penelitian tahun 2021 sebesar Rp 400 miliar untuk 12 perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH). Dana tersebut adalah bagian dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2021 sebesar Rp 1,09 triliun.

“Untuk tahun 2021, penelitian di perguruan tinggi, kita harapkan bukan hanya menghasilkan inovasi prototipe, tapi dari PTNBH melahirkan inovasi yang sangat memungkinkan untuk dapat segera dikomersialisasikan,” kata Plt Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi, Muhammad Dimyati, dalam peluncuran pendanaan penelitian untuk PTNBH dan tematik yang disiarkan secara virtual, Selasa (16/02/2021).

Dari total anggaran Rp 1,09 triliun itu dibagi juga untuk dana penelitian PTN Non-Badan Hukum dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebesar Rp 632 miliar (58%), dana pengabdian masyarakat untuk PTN dan PTS sebesar Rp 63 miliar (6%), dan dana penelitian untuk PTNBH sebesar Rp 400 miliar (36%).

Pemberian dana penelitian PTNBH tahun ini juga ditujukan bagi 12 perguruan tinggi, salah satunya Universitas Sebelas Maret, Solo, yang pada 2020 dinyatakan sebagai PTNBH. Menurut Dimyati, sebaran anggaran riset untuk PTNBH pada 2012-2020 mengalami fluktuasi.

Pada 2020, dana yang diberikan masih lebih dari Rp 400 miliar untuk 11 PTNBH, namun karena pertimbangan kondisi pandemi Covid-19 maka anggaran riset tahun 2021 diturunkan sedikit menjadi Rp 400 miliar untuk 12 PTNBH.

“Mekanisme penetapan pemenang riset relatif ketat dimulai dari seleksi kelengkapan administrasi dari proposal yang diusulkan dosen peneliti karena kita berharap peneliti mempunyai spesialisasi sejak awal sehingga track record kita pertimbangkan untuk mendapatkan anggaran riset,” katanya.

Besaran dana penelitian untuk 12 PTNBH ditetapkan berdasarkan hasil penilaian kinerja penelitian. Perinciannya adalah Universitas Indonesia (Rp 45,9 miliar), Universitas Gadjah Mada (Rp 40,7 miliar), Institut Teknologi Bandung (Rp 40,4 miliar), Universitas Airlangga (Rp 39,2 miliar), Universitas Diponegoro (Rp 38,9 miliar), Institut Pertanian Bogor (Rp 33,4 miliar), Universitas Padjadjaran (Rp 32,5 miliar), Universitas Sumatera Utara (Rp 30,6 miliar), Universitas Hasanuddin (Rp 30 miliar), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Rp 28,8 miliar), Universitas Pendidikan Indonesia (Rp 24,3 miliar), dan Universitas Sebelas Maret (Rp15,3 miliar).

Pengelolaan dana penelitian diserahkan kepada PTNBH namun tetap di bawah pengawasan Departemen Riset dan Pengembangan Kemristek.

“Penerima pendanaan penelitian untuk PTNBH tahun 2021 ini berjumlah 3.122 proposal penelitian yang diseleksi dari dari 3.545 proposal yang diajukan,” imbuhnya.

Sembilan bidang fokus yang ada dalam Prioritas Riset Nasional (PRN), yaitu pangan dan pertanian, energi, kesehatan obat, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, serta multi disiplin dan lintas sektor. Target PRN dari kesembilan bidang tersebut untuk menghasilkan 49 produk riset dan inovasi dalam 80 tema dan 416 topik.

Berdasarkan tingkat kesiapan penerapan teknologinya, dana penelitian dibagi untuk mendanai penelitian dasar (Rp 231 miliar), penelitian terapan (Rp 127 miliar), dan peningkatan kapasitas riset (Rp 42 miliar).


Photo Credit: Penelitian oleh mahasiswa civitas akademi. FILE/Dok/Ist. Photo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?