Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kemenpora Prihatin Pemuda Zaman Now Kurang Kesempatan Berpolitik
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Kemenpora Prihatin Pemuda Zaman Now Kurang Kesempatan Berpolitik

Telegrafi Kamis, 7 Desember 2017 | 18:25 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sangat prihatin dengan berkurangnya kesempatan berpolitik yang dimiliki pemuda di zaman sekarang. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kempora,  Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan,  ternyata banyak peraturan pemerintah yang tidak mengutamakan kepemudaan pada perkembangan zaman sekarang.

“Misalnya dalam kesempatan berpolitik untuk mencalonkan anggota DPP, usia minimum adalah 30 tahun. Ini menunjukkan kesempatan berpolitik kaum muda menjadi berkurang,” ujarnya  pada Workshop Koordinasi Strategis Lintas Sektoral Bidang Pelayanan Kepemudaan yang diselenggarakan oleh Deputi II Kempora di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (07/12/2017).

Menurutnya, pelayanan kepemudaan melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan upaya sinergi lintas bidang atau sektor untuk membagi tugas dan kewenangan agar tidak tumpang tindih.

Hal senada dikemukakan Sesdep II, Bidang Pengembangan Pemuda, Imam Gunawan. Dengan kondisi yang terjadi sekarang, bisa dikatakan kalau hak kaum muda telah dirampok. Ini sangat disayangkan.

“Dulu, ada pemuda atau pemuda yang berusia belasan tahun, sekitar 16 tahun, bisa menjadi anggota DPR. Ini membuktikan bahwa ada pemuda yang usianya di bawah 30 tahun, ternyata memiliki kualitas yang jempolan. Kita tak mau kaum muda yang ternyata pintar, harus dikebiri,” tegas Imam.

Karenanya dia berharap banyak dari Perpres No 66 Tahun 2017 Tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayan Kepemudaan.

“Perpres ini merupakan awal dimulainya era baru dalam pelayanan kepemudaan. Perpres ini yang akan menggerakkan segenap pemangku kepentingan menuju target capaian pelayanan terukur yang hasilnya untuk meningkatkan kemampuan pemuda. Peningkatan kapasitas pemuda merupakan hal penting untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam berbagai sektor,” ujar Imam.

Terkait dengan hal tersebut, Deputi Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah mensinyalir, pembatasan terhadap pemuda di bidang politik sudah berlangsung selama 7 tahun belakangan ini.

“Kondisi seperti itu disinyalir sudah berlangsung selama 7 tahun terakhir. Ini menunjukkan telah terjadi kerakusan terhadap kaum muda dalam berkiprah.”

Karenanya dia berharap koordinasi lintas sektoral pelayanan kepemudaan dapat memperhatikan hak-hak pemuda. Mulai dari pemberdayaan, hingga pengembangan pemuda.

Dr. Subandi Sardjoko dari Bappenas menjelaskan, ke depan, hanya pemuda yang memiliki kreativitas tinggi yang bakal mampu melawan perkembangan jaman.

“Ke depan, tenaga ahli semacam teller, tidak akan dianggap lagi. Lihat saja sekarang, jalan tol tak lagi memakai tenaga manusia. Begitu juga dengan bidang pekerjaan yang lain. Pemuda yang memiliki kreativitas tinggi yang nantinya mampu melawan perkembangan jaman,” tukas Subandi.

Ada beberapa langkah untuk menjalin kemitraan strategis agar rencana aksi nasional pelayanan kepemudaan dapat berjalan efektif melalui kemitraan dengan tim ahli atau konsultan atau UNFPA (PBB). Diantaranya adalah pengkajian konsep dan instrumen youth mainstreaming termasuk anggatan berbasis pemuda, penyiapan konsep rencana aksi daerah agar selaras dengan kebijakan nasional kepemudaan Indonesia, pengkajian instrumen pengukuran tingkat keberhasilan koordinasi berbasis outcome dan impact atau Index Pembangunan Kepemudaan. (Red)

Photo Credit : Ilustrasi/Ria


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit

Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT

Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?