Tingkatkan Pengetahuan Ekonomi Syariah iB Vagansa Hadir Di Depok

Tingkatkan Pengetahuan Ekonomi Syariah iB Vagansa Hadir Di Depok

“Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut BNl Syariah bekerjasama dengan Zamzam Syifa Boarding School dalam pengelolaan keuangan dana sekolah atau virtual account dan penggunaan produk dan layanan perbankan syariah lainnya"

Tingkatkan Pengetahuan Ekonomi Syariah iB Vagansa Hadir Di Depok


Telagraf, Depok – Dalam rangka rangkaian kampanye nasional Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS), BNI Syariah andil dalam agenda iB Vagansa yang berlokasi di Margo City Depok, Jawa Barat, Jumat (6/10/17).

Agenda yang dimotori oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini bertujuan, sarana sosialisasi dan edukasi untuk peningkatan pengetahuan ekonomi syariah dalam upaya pengembangan pasar dan pemberdayaan pasar ekonomi syariah.

“Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut BNl Syariah bekerjasama dengan Zamzam Syifa Boarding School dalam pengelolaan keuangan dana sekolah atau virtual account dan penggunaan produk dan layanan perbankan syariah lainnya,” hal itu di ungkapkan Senior Eksekutif Vice Presiden (SEVP) Risiko dan Komunlkasi, BNI Syariah Tribuana Tunggadewi.

Tribuana Tunggadewi mengatakan keikutsertaan BNI Syariah merupakan bentuk nyata peranan BNI Syariah dalam mengembangkan industri keuangan syarlah yang sejalan dengan Hasanah Banking Partner dengan menyediakan layanan dan produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ditemui di tempat yang sama Deden Firmansyah Direktur Penelutian Pengembangan Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK mengatakan Kota Depok memiliki potensi yang cukup besar untuk market share perbankan syariah sebesar 10,4 persen, lebih besar dari market share perbankkan syariah nasional yang baru mencapai 5,4 persen.
“Potensi yang begitu besar tetapie sampe saat ini belum bisa terealisasikan, untuk itu sampe saat ini kami dan seluruh keuangan syariah bahu membau untuk mewujudkan itu,” ungkapnya.

Deden juga mengungkapkan pertumbuhan Januari hingga Agustus pertumbuhannya asset 6,57 persen, pembiayaan 7,92 persen untuk dana pihak ke tiga 10,59, untuk year on year asset tumbuh 23,15 persen, pembiayaannnya 21,10 persen, sementara untuk dana pihak ketiga 25,99 persen. Padahal pertumbuhan asset akhir tahun 2016 itu tumbuh sampai dengan 20 persen, sementara target dari OJK mencapai 10-12 persen, dari realisasinya ternyata cukup bagus. (red)

Credit Photo: Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Atti Kurnia

close