Jokowi Optimistis Peroleh 82 Persen Suara di Jateng

"Kedua, tantangan apa? Hadapi isu-isu berkembang. Kita perkirakan, pertama isu PKI, antek asing, isu tenaga kerja asing. Kedua kriminalisasi ulama,"

Jokowi Optimistis Peroleh 82 Persen Suara di Jateng


Telegraf, Semarang – Calon Presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi) optimistis dapat mendulang suara hingga 82 persen di Jawa Tengah. Hal itu terkait tren elektabilitasnya di provinsi itu yang selalu meningkat.

“Maka, saya targetkan tim pemenangan mampu mengumpulkan perolehan suara pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin di angka 78-82 persen pada Pilpres 2019 mendatang,” tegas Jokowi, usai melantik Tim Pemenangan Kampanye Koalisi Indonesia Kerja Jawa Tengah yang diketuai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaenis, Sabtu (20/10/18).

Kepada seluruh tim suksesnya dari seluruh partai koalisi, Jokowi meminta agar bekerja keras untuk menjaga tren elektabilitas tersebut agar jangan sampai mengalami penurunan. Jika memungkinkan, angka tersebut justru meningkat.

Meski trendnya naik, namun ada tantangan yang harus dihadapi. Jokowi mengungkapkan, tantangan tersebut ada dua. Pertama, di bawah pimpinan Bambang Wuryanto selaku ketua tim sukses dan juga ketua DPD PDIP Jateng, harus bisa menjaga hubungan baik dengan partai koalisi.

“Kedua, tantangan apa? Hadapi isu-isu berkembang. Kita perkirakan, pertama isu PKI, antek asing, isu tenaga kerja asing. Kedua kriminalisasi ulama,” ujarnya.

Jokowi mengakui jika suaranya saat ini di wilayah Sumatera mengalami penurunan. Untuk itu, Jateng baginya merupakan basis atau kandang banteng harus bisa menutup kelemahan dan kekalahan yang diprediksi di Sumatera.

Baca Juga :   Puan Ajak Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

“Di Sumatera kita turun, agak turun. Di Jatim menurun sedikit, nutupnya darimana? Yang kita harapkan semakin banyak kontribusi dari Jateng,” ujarnya. (Red)


Photo Credit : Presiden Jokowi di Pasar Karangayu, Semarang, Sabtu 20 Oktober 2018. FILE/Dok/Agus Suparto

 

KBI Telegraf

close