Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jokowi: Ada Apa Dengan Warna Biru, Apakah Warna Tersebut Memang Favoritnya?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Jokowi: Ada Apa Dengan Warna Biru, Apakah Warna Tersebut Memang Favoritnya?

Kyandra Selasa, 6 Desember 2016 | 02:30 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri), Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (keempat kanan) berjalan menuju Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti shalat Jumat bersama di Jakarta, Jumat (2/12). Presiden mengapresiasi ulama dan seluruh peserta Doa Bersama yang berlangsung dengan tertib dan lancar. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/16
Bagikan

Dalam satu pekan terakhir Presiden Joko “Jokowi” Widodo terlihat kerap memilih benda berwarna biru untuk dipakainya dalam beraktivitas. Mantan Gubernur DKI itu memilih payung berwarna biru untuk melindunginya dari hujan deras yang menerpa ibukota pada Jumat, 2 Desember.

Jokowi ketika itu memang tengah menjadi sorotan, karena tetap memilih untuk menembus derasnya hujan agar bisa menunaikan salat Jumat bersama ratusan ribu massa di silang Monumen Nasional. Selain kehadirannya yang menjadi perbincangan, publik juga memperhatikan payung berwarna biru navy yang dipilihnya.

Netizen ramai mencari tahu merk dari payung tersebut dan di mana mereka bisa memperolehnya. Dalam situasi lainnya, Jokowi terlihat membeli sendal berwarna senada di sebuah pusat perbelanjaan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Melalui akunnya di media sosial, mantan Walikota Solo itu berkisah sandal berwarna biru navy itu sedang diskon dan buatan dalam negeri. Sehingga, dia memutuskan untuk membeli.

Ada apa sebenarnya antara Jokowi dengan benda berwarna biru?

“Itu tadi malam, warnanya banyak dan saya senang yang (warna) biru,” ujarnya kepada media yang menemuinya di sela kunjungan kerja ke Balikpapan pada Senin, 5 Desember.

Apakah pemilihan warna tersebut menunjukkan sikap terhadap partai politik tertentu? Sebab, selama penyelenggaraan Pilkada DKI, hubungan antara Jokowi dan pemimpin Partai Demokrat, yang notabene berwarna biru menjadi renggang.

“Enggak ada. Enggak ada (kaitannya),” tutur dia.

Dia beralasan si penjual sedang memberi diskon besar sehingga dia semakin berminat untuk membelinya.

“Diskonnya 50 persen. Ternyata saya diberi diskon tambahan lagi 20 persen. Jadi dari Rp 290 ribu menjadi Rp 119 ribu,” katanya.

Apa Kaitannya Dengan Warna Parpol Tertentu?

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai sikap Jokowi yang kerap memilih warna biru akhir-akhir ini tidak tertutup kemungkinan memang mengarah kepada partai politik tertentu. Warna biru juga bisa merefleksikan diri Jokowi yang kalem dan tidak menyukai konflik.

Jokowi, kata Siti tentu ingin membangun Indonesia hingga di akhir masa kepemimpinannya secara harmonis dan merangkul sesama. Itu sejalan dengan slogan yang kerap digunakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yakni “yes we can”.

“Bisa jadi Pak Jokowi memang ada obsesi ke sana. Politik itu kan cair. Anda kan tidak bisa mengatakan bahwa Jokowi milik PDI-P atau Nasdem. Malah, kini dia sangat dekat dengan Golkar, partai yang dulu menentangnya ketika Pilpres,” ujar Siti ketika dihubungi Rappler melalui telepon pada Senin, 5 Desember.

Siti juga meminta masyarakat untuk tidak naif. Sebab, dalam dunia politik, apa pun mungkin. Kepentingan itu lah yang di atas segalanya dan menyatukan mereka.

“Lagipula negara ini kan tidak akan bisa membangun kalau tidak tercipta stabilitas keamanan. Mengapa di era orde baru bisa bertahan selama 32 tahun? Karena pemerintahan ketika itu menjaga betul agar keamanan dan politik betul-betul dijaga stabilitasnya,” kata dia lagi.

Jika fraksi di antara kekuatan politik ini tetap dibiarkan berlarut-larut, maka ujung-ujungnya bisa berdampak negatif kepada kebijakan pemerintah. Akhirnya, Indonesia semakin tertinggal jauh dibandingkan bangsa lain.


Photo Credit : Antara/Puspa Perwitasari

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Baju Padel Wanita
Lifestyle

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Lifestyle

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit
Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
Lifestyle

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
PUMA H-Street
LifestyleRilis

Isyana Sarasvati Warnai Peluncuran PUMA H-Street di Seoul dengan Gaya Autentik dan Energi Global

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?