Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jawab Keluhan Warga Indramayu soal Harga Beras, Ini Kata Dedi Mulyadi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Jawab Keluhan Warga Indramayu soal Harga Beras, Ini Kata Dedi Mulyadi

Telegrafi Minggu, 18 Februari 2018 | 16:50 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Indramayu – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima banyak keluhan dari warga Indramayu mengenai mahalnya harga beras. Keluhan ini disampaikan warga kepada Dedi saat berkeliling di Pasar Jatibarang, Indramayu, Minggu (18/02/2018). Kebiasaan berkeliling menemui pedagang pasar ini sudah dilakukan Dedi sejak menjabat sebagai bupati Purwakarta.

Tinah (45) merupakan salah seorang warga Indramayu yang berkeluh kesah kepada Dedi mengenai harga beras. Tinah mengaku bingung dengan tingginya harga beras lantaran Indramayu yang merupakan tanah kelahirannya dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi Jawa Barat bahkan Indonesia. “Saya tuh bingung Kang Dedi, ini Indramayu katanya penghasil beras tapi kok saya beli beras mahal sekali,” kata Tinah.

Keluhan serupa disampaikan seorang ibu rumah tangga bernama Siti (38). Selain mengurus rumah tangga, Siti bekerja sampingan sebagai buruh tani di desanya. Ironisnya, Siti mengaku jarang mengkonsumsi beras dengan kualitas premium. Penghasilan keluarga yang tidak seberapa memaksa Siti mengkonsumsi beras sejahtera. “Terpaksa nunggu raskin (beras miskin). Kalau beras bagus nggak terbeli, uangnya gak cukup,” ungkapnya.

Menjawab keluhan warga Indramayu ini, Dedi yang kerap mengenakan iket Sunda jenis makutawangsa itu memaparkan solusi jangka panjang mengatasi persoalan harga beras. Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi menyatakan distribusi padi maupun beras dan pola pengupahan harus segera diubah, dalam siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu (18/02/2018)..

Selama ini, kata Dedi, upah buruh mulai dari penanaman, pengangkutan dan penjemuran padi telah menjadikan biaya produksi membengkak. Ditambah, distribusi padi dan beras ke kota kemudian dikembalikan lagi ke desa semakin menambah pembengkakan biaya tersebut. “Alur ini harus segera dibenahi. Masa sih, di daerah penghasil beras, kok berasnya mahal terus,” jelasnya.

Untuk itu, Dedi menegaskan, sistem pengupahan buruh tadi tidak boleh lagi berbasis uang, tetapi bagi hasil panen. Hal ini, untuk mempermudah para buruh tani menikmati hasil keringat mereka sendiri sehingga mereka tidak perlu membeli beras di pasar.
Lebih jauh dikatakan, pemerintah harus melakukan pemetaan kebutuhan beras di sebuah daerah. Dedi menekankan, beras tidak boleh keluar dari daerah penghasil sebelum kebutuhan daerah tersebut terpenuhi.

“Misalnya ada gabah 1000 ton, simpan dulu di daerah penghasil, dihitung berapa kebutuhan daerah itu, jangan dibawa dulu ke kota. Harga beras jadi mahal itu karena distribusi yang sangat panjang,” teegasnya. (Red)


Photo Credit : Dedi Mulyadi menerima banyak keluhan dari warga Indramayu mengenai mahalnya harga beras. Keluhan ini disampaikan warga kepada Dedi saat berkeliling di Pasar Jatibarang, Indramayu, Minggu (18/02/2018). File/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?