Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tolak Kontrol Senjata, Donald Trump Ingin Semua Warga AS Punya Pistol
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Tolak Kontrol Senjata, Donald Trump Ingin Semua Warga AS Punya Pistol

Fajri Setiawan Minggu, 29 Mei 2022 | 01:54 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit: Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. REUTERS
Bagikan

Telegraf – Kekerasan bersenjata terus terjadi di Amerika Serikat (AS). Mirisnya, yang menjadi sasaran aksi penembakan massal beberapa hari lalu adalah para siswa Sekolah Dasar Robb, di Uvalde, Texas.

Peristiwa penembakan tersebut memicu protes terhadap kebebasan kepemilikan senjata di AS. Sebagaian kalangan masyarakat AS meminta pemerintah untuk menertibkan peredaran senjata di AS.

Bahkan Presiden AS Joe Biden langsung menyerukan perlunya kontrol senjata yang lebih ketat di AS.

Sebaliknya, mantan Presiden AS Donald Trump justru menolak seruan kontrol senjata, Trump mengungkap betapa penting senjata api untuk warga AS membela diri dari kejahatan.

“Keberadaan kejahatan di dunia kita bukanlah alasan untuk melucuti senjata warga yang taat hukum. Keberadaan kejahatan adalah salah satu alasan terbaik untuk mempersenjatai warga yang taat hukum,” kata Donald Trump.

Trump menyebut seruan kontrol senjata tidak akan mencegah kengerian yang terjadi di masa depan.

Baca juga: Penembakan di SD Texas, 14 Siswa dan 1 Guru Tewas

“Berbagai kebijakan pengendalian senjata yang didorong oleh kaum kiri tidak akan melakukan apa pun untuk mencegah kengerian yang terjadi. Sama sekali tidak ada apa-apa,” imbuhnya.

Daripada melakukan kontrol senjata, kata Trump, Partai Republik dan Demokrat sebaiknya bersatu untuk memperkuat sekolah dan melindungi anak-anak.

Intinya, Trump menyebut perbaikan keamanan dari atas ke bawah yang diperlukan seluruh sekolah di AS.

“Kita semua harus bersatu, Republik dan Demokrat di setiap negara bagian, untuk akhirnya memperkuat sekolah dan melindungi anak-anak… Yang kita butuhkan sekarang adalah perbaikan keamanan dari atas ke bawah di sekolah di seluruh negeri ini,” tuturnya.

Sementara itu, tercatat dalam Arsip Kekerasan Senjata, sebanyak 214 penembakan massal terjadi sepanjang tahun 2022 di AS.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Strategi OJK Kelola Risiko Iklim: Perkuat Pengawasan, Wajibkan CRMS, dan Bentuk Kemitraan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
Foto : Ilustrasi (doc.AI)
Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”
Waktu Baca 3 Menit
LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap
Waktu Baca 2 Menit
BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah
Waktu Baca 3 Menit
APBN 2026 Tumbuh Kuat, Penerimaan Pajak Melonjak 30,7 Persen
Waktu Baca 2 Menit

Menkeu Purbaya: Penerima LPDP yang Hina Negara Terancam Blacklist dari Pemerintahan

Waktu Baca 2 Menit

Vatikan dan Indonesia di Persimpangan Arsitektur Perdamaian Dunia

Waktu Baca 5 Menit

Gandeng Persija dan Jakmania, Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan

Waktu Baca 3 Menit

Indonesia ASRI di Tengah Dunia yang Berubah, Oleh: Stephanus SB Raharjo (Pengamat Sosial)

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?