Usai pertemuan, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa kedatangan Dubes dan Ketua KPU Uzbekistan itu adalah dalam rangka mengundang dirinya untuk menjadi delegasi Indonesia yang menyaksikan penghitungan hasil Pemilu Presiden Uzbekistan pada Desember mendatang.
“Tanggal 2 sampai tanggal 5 itu akan ada proses penghitungan suara di sana, tanggal 5 akan ada pengumuman. Bulan Desember mereka meminta saya untuk untuk menjadi delegasi yang menyaksikan Pemilu Presiden mereka pertama,” ungkap Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/10).
Menjawab undangan itu, Fahri Hamzah mengaku bersedia. Dia mengatakan, sebagai negara demokrasi yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia perlu memberikan perhatian khusus bagi keamanan negara-negara di Asia Tengah termasuk Uzbekistan.
“Kita ini perlu punya perhatian yang baik kepada Asia Tengah yang karena Asia Tengah adalah wilayah yang jarang disebut akibat tenggelam di bawah dominasi Uni Soviet,” ujarnya.
“Rakyatnya itu hidup dalam keadaan damai, merdeka dan makmur tentu menikmati hasil daripada pembangunan yang mereka lakukan,” lanjutnya.
Terlebih, tambah dia, Pemilu Desember nanti merupakan Pemilu pertama bagi Uzbekistan setelah 25 tahun pemerintahan mendiang Islam Karimov. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang telah memiliki demokrasi yang cukup matang perlu berbagi pengalaman. (red/ald)