Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Indonesia-Jerman Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Indonesia-Jerman Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Telegrafi Kamis, 8 Februari 2018 | 02:43 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) mempererat kerjasama dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

“Pendidikan dan pelatihan vokasi tersebut sesuai dengan standar Jerman,” terang Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin dalam acara penandatanganan “Declaration of Intent on a Partnership in Vocational Education and Training”, Rabu (07/02/2018) di SMKN 26 Jakarta.

Adapun beberapa poin kerjasama Kemenko Perekonomian dan EKONID tersebut antara lain:

• Penguatan keterlibatan perusahaan dan dunia industri dalam mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui berbagai inisiatif bersama oleh Kemenko Perekonomian dan EKONID.

• Pendidikan kejuruan sistem ganda sesuai standar Jerman untuk jurusan industri mekanik selama 2,5 tahun, yang merupakan pertama kali dilaksanakan bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Indonesia.

• Peningkatan kualifikasi guru sekolah SMK dan pelatih tempat kerja di perusahaan melalui training of trainers berdasarkan standar Jerman (AdA).

• Dukungan program pelatihan vokasi (pemagangan) bagi sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia.

Melalui penandatanganan Declaration of Intent ini, kedua institusi membangun skema yang berkelanjutan untuk memperbanyak porsi pelatihan praktik bagi siswa SMK di perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di SMK.

“Ini juga untuk meningkatkan keterlibatan perusahaan-perusahaan Jerman dan Indonesia dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi,” lanjut Rudy.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Industri Jerman di Indonesia selaku Direktur Pelaksana EKONID, Jan Rönnfeld yang menandatangani perjanjian tersebut. Selain itu, hadir pula Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg; Kepala Sekolah SMKN 26 Jakarta, Purwosusilo; perwakilan kementerian/lembaga; serta dunia usaha dan industri, dari Indonesia dan Jerman.

Rönnfeld menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang lebih berorientasi kepada praktik di Indonesia. “Partisipasi aktif dari dunia usaha dan industri sebagai pelaksana praktik untuk pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas siswa dan agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” katanya.

EKONID, dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi didukung oleh Skills Experts Program dari Kementerian Federal untuk Perekonomian dan Energi (BMWi) dan Kemenko Perekonomian, menetapkan 3 (tiga) bidang kerjasama, meliputi :

1. Pendidikan kejuruan sistem ganda menurut standar Jerman untuk berbagai profesi melalui kerja sama dengan SMK (proyek pilot: jurusan industri mekanik dengan SMKN 26 Jakarta),

2. Training of trainers, pelatih tempat kerja menurut standar Jerman (dalam bahasa Jerman: Ausbildung der Ausbilder – AdA) dan mendorong dunia usaha dan industri Jerman maupun Indonesia untuk berpartisipasi dalam program pemagangan dari SMK di Indonesia.

3. Mengembangkan skema yang lebih baik dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, Jerman dan Indonesia untuk dunia usaha dan industri di Indonesia.

“Ketiga hal tersebut untuk mewujudkan link and match pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia usaha dan industri,” tutup Rudy. (Red)


Photo Credit : Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) mempererat kerjasama dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia. Telegraf/Mistqola

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?