Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Indonesia Akan Susul Ketertinggalan Sains Indonesia dari Malaysia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Indonesia Akan Susul Ketertinggalan Sains Indonesia dari Malaysia

Telegrafi Rabu, 15 November 2017 | 02:03 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Pretty scientist studying new virus in laboratory
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Angka peneliti di Indonesia dilansir Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU Kemendikbud) masih tertinggal dari Malaysia dan Singapura. Angka peneliti per satu juta populasi di Malaysia mencapai 7.000 orang, Singapura berada di kisaran 2.590 orang. Sementara, Indonesia berjumlah 1.071 orang. Berangkat dari fenomena ini, KNIU Kemendikbud bekerjasama dengan L’ORÉAL mendorong perkembangan dunia sains melalui L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017.

Dalam upaya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ira Nurhayati mengatakan diperlukan peran Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang mumpuni.

“Cukup miris memang di tengah kemajuan teknologi, jumlah peneliti di Indonesia masih sangat rendah. Padahal, ada segudang masalah yang perlu diselesaikan. Indonesia membutuhkan para SDM IPTEK sebagai solusi kunci menyelesaikan segala masalah yang ada,” terang Ira di Jakarta, Kamis (09/11/2017).

Ketua Harian KNIU Kemdikbud Arief Rachman mengatakan, masyarakat harus mulai mengubah perspektif mereka bahwa dunia sains, teknik, teknologi, ataupun matematika tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki, melainkan perempuan.

L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 memberikan penghargaan kepada para peneliti perempuan Indonesia yang berperan dalam mengubah masa depan dunia medis Indonesia. Umesh Phadke, Presiden Direktur L’Oréal Indonesia menerangkan, para perempuan ini dipilih lantaran kontribusi mereka bagi kehidupan banyak orang.

Ada tiga kategori penghargaan yang diberikan pada tahun ini. Umesh menyebutkan, kategori Life Sciences diberikan kepada Retno Wahyu Nurhayat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan Yulia Yusrini Djabir dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Kategori Material Sciences jatuh kepada Siti Nurul Aisyiyah Jenie dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. Sementara, kategori Engineering Sciences diberikan kepada Yuliati Herbani dari Pusat Penelitian Fisika LIPI.

Menurut Umesh, dengan mengapresiasi peneliti perempuan Indonesia yang berkontribusi bagi dunia sains Indonesia diharapkan dapat memacu perempuan lain untuk melakukan hal serupa.

Kontribusi perempuan dalam bidang ini dapat dilakukan dalam berbagai cara. Menurut Arief, peneliti perempuan dapat membantu memperbaiki teknik deteksi dini penyakit mematikan, mengembangkan prosedur medis yang aman, dan menurunkan biaya pengobatan yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kualitas hidup di Indonesia.

Para penerima penghargaan L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 dikatakan Umesh menerima dana sebesar Rp 80 juta yang akan digunakan dalam penelitian mereka mendatang. (Red)

Photo Credit : Thinkstock


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?