Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Indofarma Akan Produksi Ivermectin Untuk Obat Terapi Covid-19
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Indofarma Akan Produksi Ivermectin Untuk Obat Terapi Covid-19

Yuan Adriles Selasa, 29 Juni 2021 | 18:24 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Seorang tenaga kesehatan memperlihatkan botol berisi Ivermectin. AFP/Luis Robayo
Photo Credit: Seorang tenaga kesehatan memperlihatkan botol berisi Ivermectin. AFP/Luis Robayo
Bagikan

Telegraf – PT Indofarma Tbk siap memproduksi Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19 sebanyak 4,5 juta butir setiap bulan. Hal ini sesuai permintaan Menteri BUMN Erick Thohir. Bahkan, anak usaha PT Bio Farma (Persero) tersebut mengklaim target produksi 6 juta butir per bulan sejak minggu lalu.

“Benar (siap produksi), kami bisa produksi 4juta-6 juta butir per bulan. Kami mulai produksi minggu lalu. Ini sesuai kapasitas produksi kami,” kata Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto, Selasa (29/06/2021).

Corporate Secretary Indofarma Wardjoko Sumedi menambahkan saat ini produksi sudah mencapai 4 juta butir per bulan. Namun, perusahaan melakukan efisiensi, sehingga ada tambahan produksi sekitar 500 ribu butir per bulan.

“Jadi untuk capai 4,5 juta per bulan insyaallah kami mampu dan sudah siap,” ujarnya.

Ia menuturkan Ivermectin telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan siap digunakan untuk kepentingan medis. Namun, penggunaan khusus untuk penyembuhan Covid-19 masih dalam tahap uji klinis.

“Kalau kepentingan Indofarma, kami hanya produksi obat itu. Kalau untuk pemakaian spesifik sih obat covid itu harus melalui uji klinis yang sekarang lagi berproses,” ucapnya.

Sejauh ini ada delapan rumah sakit yang telah melakukan uji klinis Ivermectin untuk obat Covid-19. Meski formula awal obat ini adalah untuk obat cacing, sejumlah jurnal kesehatan menyebutkan Ivermectin sebagai antiparasit dan bisa digunakan untuk menghambat laju virus dan terapi Covid-19.

“Kalau normal uji klinis kan 3-4 bulan, tapi dengan segala regulasi yang ada tentunya proses akan dipercepat. Berapa lamanya saya tidak bisa sampaikan,” jelasnya.

Baca Juga :  BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Secara terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan pihaknya tak merekomendasikan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan pasien terpapar virus corona.

Zubairi menyebut meski Ivermectin memiliki potensi antiviral pada uji secara in-vitro di laboratorium, hal tersebut belum menjadi evidence-based medicine (EBM).

“IDI tidak merekomendasikan penggunaan Ivermectin pada pasien Covid-19 untuk sekarang ini, sama sekali tidak merekomendasikan,” kata Zubairi.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan kepada BPOM produksi obat Ivermectin akan digenjot sampai 4,5 juta butir dalam waktu dekat. Hal ini untuk mengatasi ketersediaan obat terapi covid-19 di Indonesia di tengah lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami sudah menyiapkan produksi sebesar 4,5 juta (Ivermectin). Nah ini kalau memang ternyata baik untuk semua, tentu produksi ini akan kami genjot,” ucap Erick saat konferensi pers virtual bersama BPOM, Senin (28/06/2021).

Kendati begitu, Erick tidak memberi rincian target waktu produksi obat tersebut. Ia hanya menekankan ketersediaan obat seperti Ivermectin sangat dibutuhkan saat ini.

“Dengan kondisi yang sekarang dilakukan pemerintah, apalagi PPKM Mikro terus ditingkatkan, ya tidak lain karena mencoba membantu rakyat mendapat obat murah atau (obat) terapi murah yang diputuskan setelah uji klinis,” katanya.


Photo Credit: Seorang tenaga kesehatan memperlihatkan botol berisi Ivermectin. AFP/Luis Robayo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?