Hingga Mei Salurkan Pembiayaan Rp5 triliun, Ini Berarti Alami Potensial Andil Dalam Pertumbuhan P2P Lending

Oleh : Atti K.

Telegraf – Harza Sandityo, Direktur Utama ALAMI P2P Lending Syariah, mengungkapkan bahwa hingga Mei 2023, ALAMI telah menyalurkan pembiayaan produktif sebesar lebih dari Rp5 triliun kepada lebih dari 12.000 proyek pembiayaan.

“Tentu saja, pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan para pendana dan investor ALAMI yang saat ini berjumlah lebih dari 140 ribu pengguna,” ungkap Harza, dalam berita pers yang di terima redaksi, Selasa (27/6).

Harza menjelaskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, ALAMI Sharia secara konsisten memberikan edukasi dan literasi tentang P2P Lending Syariah pada berbagai kesempatan, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan pihak lain, termasuk OJK dan dunia akademis, kepada pengguna.

Hasil riset dari YouGov terkait industri fintech di Indonesia. mengungkapkan pangsa pasar P2P Lending telah tumbuh sebesar 28% dalam waktu hanya kurang dari 6 bulan, meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi pasca pandemi. Studi ini mempertegas kedudukan fintech, khususnya P2P Lending yang masih sangat menarik sebagai instrumen investasi bagi masyarakat.

Tanggapan positif dari masyarakat ini didukung pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Deputi Komisioner OJK Institute, Imansyah, pada webinar “Membangun keyakinan nasabah aset digital dari risiko siber” (30/05) menjelaskan kinerja fintech P2P Lending meningkat secara signifikan, dengan jumlah platform P2P Lending yang mendapatkan izin di Indonesia saat ini mencapai 102, termasuk tujuh platform P2P Lending Syariah.

Baca Juga :   Waspada Kasus Penipuan Investasi dan Pinjol Ilegal, BNI dan OJK Gelar Edukasi Perencanaan Keuangan

Total pinjaman yang terkumpul dalam enam tahun terakhir mencapai Rp528,01 triliun, dengan jumlah pinjaman yang belum terbayarkan (outstanding) mencapai Rp51,12 triliun pada Desember 2022. Jumlah pengguna fintech P2P Lending mencapai 100,8 juta pengguna, terdiri dari peminjam dan pemberi pinjaman. Artinya, hampir setengah dari penduduk Indonesia pernah menggunakan platform fintech P2P Lending.

Dari sisi aset, total aset fintech P2P Lending mencapai Rp5, 51 triliun, terdiri dari Rp5,38 triliun aset penyelenggara konvensional dan Rp133,64 miliar aset penyelenggara syariah. Kualitas penyaluran pembiayaan P2P Lending juga terbilang cukup baik, dengan tingkat non-performing loan (NPL) yang relatif rendah, yaitu sebesar 2,78%.

Investasi melalui P2P Lending Syariah juga menunjukkan pertumbuhan positif, memberikan kontribusi sebesar 33% terhadap pertumbuhan pangsa pasar P2P Lending secara keseluruhan di Indonesia.

ALAMI Sharia, sebagai platform P2P Lending Syariah terbesar, berhasil memperoleh posisi yang kuat dalam persaingan yang ketat. Dalam waktu enam bulan, kesadaran merek ALAMI meningkat sebesar 11% dan jumlah pengguna melonjak dua kali lipat, mengungguli kompetitornya. Ini baerarti ALAMI Sharia masuk penjumbang potensial dalam pertumbuhan platform P2P Lending.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close