Hasto: Memilih Cawapres Untuk Jokowi Harus Melalui Perenungan dan Kontemplasi

"Membahas wakil presiden itu bukan sembarangan tapi melalui perenungan dan kontemplasi sehingga yang tertangkap itu adalah hati nurani yang jernih untuk melihat mana yang diharapkan rakyat sebagai pemimpin,"

Hasto: Memilih Cawapres Untuk Jokowi Harus Melalui Perenungan dan Kontemplasi

Telegraf, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa calon Wakil Presiden Joko Widodo bukanlah hasil dari lobi-lobi antara partai atau kelompok tertentu. Menurut Hasto, cawapres untuk Jokowi adalah tokoh yang benar-benar merakyat dan terlibat memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa.

“Bagi PDIP, pemimpin itu (cawapres) turun ke bawah, bukan hasil dari lobi-lobi. Pemimpin itu bergerak, merespon persoalan rakyat,” ujar Hasto usai berkunjung ke Kantor Ruangguru.com di Jalan Tebet Barat Dalam Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (04/05/18).

Hasto menilai cawapres Jokowi bukanlah tokoh yang tiba-tiba muncul, tanpa pernah berkeliling Indonesia untuk mengetahui dan merasakan kehidupan masyarakat. Cawapres Jokowi, kata dia adalah tokoh yang selama ini mempunyai tangggung jawab untuk rakyat.

“Membahas wakil presiden itu bukan sembarangan tapi melalui perenungan dan kontemplasi sehingga yang tertangkap itu adalah hati nurani yang jernih untuk melihat mana yang diharapkan rakyat sebagai pemimpin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasto menilai bagus dengan munculnya banyak tokoh potensial menjadi cawapres Jokowi. Menurut dia, hal tersebut sah-sah saja dan bisa memperluas perspektif terkait calon wakil presiden.

“Nama-nama banyak yang muncul, silakan, bagus, memperkuat perspektif, mana yang bagus sehingga nanti rakyat bisa melihat,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa calon Wakil Jokowi bukan hasil dari lobi-lobi antara partai atau kelompok tertentu. | Helmy Afandi A.

Share