Gatot Nurmantyo Tentang Larangan Berbicara Politik di Masjid

Gatot Nurmantyo Tentang Larangan Berbicara Politik di Masjid

"Islam itu merupakan rahmat bagi semesta alam. Sehingga di dalam Al Quran, memuat berbagai ilmu yang kini turunannya sangat banyak dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk juga ilmu tentang pemerintahan dan politik juga ada di dalam Al Quran,"

Gatot Nurmantyo Tentang Larangan Berbicara Politik di Masjid


Telegraf, Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait polemik masjid yang belakangan ini dilarang untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan politik.

Gatot juga menuturkan tentang mereka yang menyampaikan larangan masjid agar tak dipakai untuk membahas politik ada dua golongan, golongan itu antara lain, pertama kalau orang itu beragama Islam artinya dia tidak tahu tentang agama, dan golongan yang kedua kalau dia bukan umat Islam artinya orang itu sok tahu tentang agama Islam.

“Rasullulah saja berbicara masalah politik dan pemerintaham di Raudah,” kata Gatot.

“Islam itu merupakan rahmat bagi semesta alam. Sehingga di dalam Al Quran, memuat berbagai ilmu yang kini turunannya sangat banyak dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk juga ilmu tentang pemerintahan dan politik juga ada di dalam Al Quran,” ungkapnya.

“Sakit hati saya kalau ada yang bilang masjid dilarang untuk berbicara soal politik,” kata Gatot Nurmantyo saat mengikuti dialog di masjid Kampus UGM Yogya, Jumat, (04/18/18).

“Mulai dari ilmu kedokteran asalnya dari Al Quran, ilmu astronomi atau kebintangan, cek saja, penemu kebintangan dan Al-Quran duluan mana,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut Gatot menyatakan kalau pembicaraan politik dilarang dalam masjid, padahal isi Al Quran itu tentang manusia selalu terkait politik, ia pun bingung bagaimana selanjutnya harus bersikap.

“Seorang muslim itu melakukan ibadah apa pun juga meniru rasulnya, Nabi Muhammad,” jelasnya.

Gatot menuturkan, ketika rasul itu berbicara tentang pemerintahan atau tentang politik di Raudah di Masjid Nabawi, namun hal itu dilarang ditiru tentu akan membingungkan.

“Seharusnya yang dilarang bukan bicara politik di masjid, tapi bicara yang mengadu domba, mengajak yang tidak benar, itu baru benar,” ujar Gatot.

Toh, Gatot Nurmantyo mengatakan, politik itu tujuannya mulia, hanya sering disalahartikan saja.

“Jadi perlu diluruskan soal polemik masjid dilarang untuk bicara politik ini, nanti kalau itu terjadi orang akan takut ke masjid,” ujar Gatot

Gatot pun meyakini polemik soal masjid dilarang untuk bicara politik itu hanya isu, bukan terjadi sebenarnya.

“Tidak mungkin pemerintah melarang (masjid untuk bicara politik) itu, nggak mungkin, itu hanya isu saja,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait pelarangan menyampaikan aspirasi soal politik di masjid. | File/Dok/Ist. Photo

KBI Telegraf

close