“Garudaku Kafir” dan “Bhineka Tunggal Duka”, Apakah Ini Simbol Perlawanan?

"Selain bertuliskan “Garudaku Kafir”, dalam poster yang sebagian besar bergambar siluet Garuda tersebut tercantum pula tulisan,”Depan gedung A Fisip Undip 20 Mei 2017 pukul 15.30” di di bagian bawahnya. Tulisan itu merujuk pada informasi terkait rencana kegiatan pada tanggal yang berdasarkan Keppres No. 1/1985 ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional."

“Garudaku Kafir” dan “Bhineka Tunggal Duka”, Apakah Ini Simbol Perlawanan?


Telegraf – Sejumlah poster dan spanduk bertuliskan “Garudaku Kafir” dan “Bhinneka Tunggal Duka” ditemukan tersebar di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, pada Selasa (16/5/2017). Meskipun belum diketahui pasti apa maksudnya, otoritas kampus setempat buru-buru mencopotnya dan melapor ke polisi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Humas Undip Nuswantoro Dwiwarno membenarkan informasi adanya pemasangan poster “Garudaku Kafir” di Gedung A Kampus FISIP Undip Semarang itu. Ia mengaku mengetahui hal itu pada Selasa sore dan langsung melakukan pengecekan. Setelah berkoordinasi dengan Polda Jateng dan pimpinan perguruan tinggi negeri terkemuka di Kota Semarang itu, poster dan spanduk itu pun dicopoti.

“Informasi awal kami terima Selasa sore, kami dari pihak kampus langsung berkoordinasi dengan pihak intel Polda untuk melakukan pengecekan. Malamnya, kami langsung berkoordinasi dengan pimpinan untuk melakukan pencopotan poster-poster itu,” ujar Nuswantoro melalui siaran pers, Rabu (17/5/2017).

Informasi yang digali melalui pengguna akun Facebook Melon Murdock, poster bertuliskan “Garudaku Kafir” itu ditemukan di kampus FISIP Undip oleh aparat Satintelkam Polrestabes Semarang, Selasa sekitar pukul 15.30 WIB. Aparat menemukan poster berukuran kertas HVS yang bertuliskan “Garudaku Kafir” itu tertempel di dinding sebelah kanan Gedung Perpustakan FISIP Undip atau dekat kantin kampus oranye itu.

Selain poster, aparat yang melakukan pengecekan juga menemukan spanduk bertuliskan “Bhinneka Tinggal Duka” yang terpasang di taman belakang Gedung B FISIP Undip. Berbeda dengan pengakuan Nuswantoro bahwa yang melakukan pencopotan adalah otoritas kampus, sumber informasi kedua itu menyebut poster dan spanduk itupun dicopot oleh aparat Polrestabes Semarang setelah menanyai sejumlah saksi yang merupakan satpam dan dosen di kampus itu.

Para satpam dan dosen itu disebut-sebut tidak mengetahui siapa yang menempel poster dan spanduk yang dianggap melecehkan Pancasila itu. Kalimat “Bhinneka Tinggal Duka” belakangan hari ini populer digunakan oleh kalangan muda kreatif untuk mengampanyekan perlunya menggalang persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Selain bertuliskan “Garudaku Kafir”, dalam poster yang sebagian besar bergambar siluet Garuda tersebut tercantum pula tulisan,”Depan gedung A Fisip Undip 20 Mei 2017 pukul 15.30” di di bagian bawahnya.  Tulisan itu merujuk pada informasi terkait rencana kegiatan pada tanggal yang berdasarkan Keppres No. 1/1985 ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Menjawab pertanyaan kemungkinan poster bernada keprihatinan atas kondisi mutakhir bangsa Indonesia tersebut adalah undangan suatu kegiatan, Nuswantoro mengaku tidak mengetahui pasti. Sebaliknya, ia mencoba meyakinkan khalayak bahwa jika ada pertemuan berbau radikal menentang Pancasila dan NKRI, bukan digelar oleh mahasiswa Undip Semarang.

“Bisa kami pastikan bahwa kegiatan yang direncanakan tanggal 20 Mei itu dilakukan oleh oknum dan bukan kegiatan resmi mahasiswa FISIP atau civitas academica Undip. Dekan FISIP, Mas Sunarto, yang kami hubungi memastikan bahwa pihaknya tidak menerbitkan izin dan tidak ada permohonan izin melakukan kegiatan di Kampus Oranye pada hari itu,” tegas Nuswantoro selaku juru bicara resmi kampus terkemuka di kota Semarang itu.


Photo Repro

KBI Telegraf

close