Fadli Zon Tanggapi Soal Istana dan Kekalahan Prabowo Dalam Survey

"Kami masih yakin Pak Prabowo akan menang, melihat banyak janji dari pemerintah sekarang itu tidak delivered, tidak terealisasi, kemudian juga keadaan ekonomi jauh seperti dulu yang pernah dijanjikan tidak meroket malah pertumbuhan ekonomi turun,"

Fadli Zon Tanggapi Soal Istana dan Kekalahan Prabowo Dalam Survey


Telegraf, Jakarta – Hasil terkini dari beberapa lembaga survei menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih dibawah Jokowi. Terbaru, hasil survei Litbang Kompas, Jokowi diketahui elektabilitasnya mencapai 55,9 persen, sedangkan Prabowo mencapai 14,1 persen. Sebelumnya, di survei yang dilaksanakan oleh Cyrus Network juga elektabilitas Jokowi masih tinggi dibandingkan Prabowo.

Menyikapi semua hal diatas, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon soal survei tersebut. Menurutnya, hasil survei belum tentu merefleksikan apa yang sesungguhnya.

“Nanti kita lihat saja ya. Survei itu belum tentu merefleksikan apa yang sesungguhnya. Hanya menjadi salah satu indikator,” ujar Fadli di Gedung DPR, Senin (23/04/18).

Ia mengatakan, survei merupakan indikator awal mengingat Pemilu 2019 masih dilaksanakan satu tahun lagi. Oleh karena itu menurutnya hasil survei tersebut merupakan hal yang biasa. Sebab kenyataannya akan terbukti pada saat kontestasi dimulai oleh rakyat langsung tahun depan.

“Kami masih yakin Pak Prabowo akan menang, melihat banyak janji dari pemerintah sekarang itu tidak delivered, tidak terealisasi, kemudian juga keadaan ekonomi jauh seperti dulu yang pernah dijanjikan tidak meroket malah pertumbuhan ekonomi turun,” katanya.

Selain itu, di masa kepemimpinan sekarang hidup rakyat juga dinilainya semakin sulit karena mereka sulit mencari pekerjaan. Termasuk juga harga-harga kebutuhan pangan yang meroket terus-menerus.

“Saya kira itu tidak bisa di-convert dengan angka-angka statistik untuk menyenangkan. Jadi harusnya dihadapi. orang-orang di sekitar presiden juga seharusnya jangan Asal Bapak Senang,” katanya.

Dikatakan Fadli, lembaga-lembaga survei yang melakukan survei tersebut berbeda dalam merepresentasikan hasil surveinya. Menurutnya, jika ia sendiri membuat survei di media sosial, rata-rata hasilnya menginginkan presiden baru.

“Kalau head to head Pak Jokowi dengan Pak Prabowo di medsos itu rata-rata yang menang selalu Pak Prabowo. ya pernah Jokowi juga sekali,” katanya.

Oleh karena itu ia meminta lembaga-lembaga survei untuk mendeklarasikan mereka dibiayai oleh siapa untuk transparansi. Ia tidak menginginkan ada lembaga survei yang merupakan bagian dari political consultant bekerja seolah independen tetapi sesungguhnya ada donaturnya.

Baca Juga :   Walaupun Tanpa PDIP, Survei Sebut Ganjar Paling Berpeluang di 2024

“Kita sama-sama tahu lah, sudah berapa kali pemilu kan juga begitu. Kami juga melakukam ada lembaga survei yang seperti itu. Jadi harusnya lembaga-lembaga itu mengumumkan demi transparansi. Mereka itu di belakangnya siapa,” jelasnya.

Fadli juga membantah terkait soal majunya Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) karena ada permintaan dari pihak Istana agar Joko Widodo (Jokowi) mempunyai penantang di Pemilu 2019 mendatang.

“Tidak ada (permintaan pihak Istana) dari awal kok. Sejak dibentuk capres, kami memang (mengajukan) Pak Prabowo, kalau kemarin kalah atau dikalahkan, itu persoalan biasa dalam demokrasi,” ujarnya

“Pak Prabowo tidak pernah ada opsi di luar jadi capres,” tegasnya.

Ia mengatakan, setelah kalah di Pemilu 2014, Prabowo bahkan tidak mengutak-atik sama sekali pemerintahan Jokowi ataupun merecokinya selama 3,5 tahun ini. Oleh karena itu, katanya, sekarang sudah waktunya presiden berganti di pemilu tahun depan.

Fadli juga menyebut jika partai koalisinya, seperti PKS atau PAN tidak mempermasalahkan dengan kembali majunya Prabowo sebagai capres dari Gerindra. Pihaknya juga tidak membicarakan nama lain untuk diusung menjadi capres dengan partai-partai tersebut, kecuali Prabowo. (Red)


Photo Credit : Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon tanggapi soal survei yang menyatakan bahwa elektabilitas Prabowo masih jauh dibawah Jokowi. | File/Dok/Ist. Photo

KBI Telegraf

close