Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Evaluasi POP, Mendikbud Minta Ormas Terpilih Tak Khawatir
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Evaluasi POP, Mendikbud Minta Ormas Terpilih Tak Khawatir

Adarory Sabtu, 25 Juli 2020 | 14:29 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. ANTARA/Puspa Perwitasari
Photo Credit: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. ANTARA/Puspa Perwitasari
Bagikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta kepada seluruh organisasi masyarakat (ormas) terpilih ikut dalam Program Organisasi Penggerak (POP) untuk tidak khawatir atas rencana proses evaluasi seleksi lanjutan.

Rencananya evaluasi tersebut akan dilakukan pada pekan mendatang selama satu bulan. Adapun, ini dilakukan agar program dapat berjalan dengan lancar dan penuh transparansi.

“Saya ucapkan bagi yang sudah lolos seleksi jangan khawatir, proses evaluasi ini akan semakin memperkuat integritas dari program ini dan juga memperkuat mandat program ini, memperkuat integritas program ini dan juga memperkuat dukungan masyarakat yang luar biasa pentingnya,” katanya melalui telekonferensi pers, Jumat (24/07/20).

Bagi Nadiem, dukungan masyarakat begitu penting dalam kesuksesan program peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah ini. Di mana salah satu tujuan akhirnya adalah menghasilkan lulusan murid yang berkarakter Pancasila.

“Dukungan masyarakat dan dukungan ormas harus bersama-sama, bersatu mendukung program ini agar bisa benar-benar menghasilkan output yang diinginkan. Ini hanya akan memperkuat pelaksanaan, tapi sebelum kita melaksanakan, sangat penting kita melakukan proses evaluasi ini untuk mendapatkan perspektif dari berbagai macam stakeholder,” ungkapnya.

Nadiem pun menuturkan, sebanyak 4.464 organisasi telah mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Di mana, kini terdapat 153 organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan yang berhasil dipercaya menjalankan program tersebut.

“Luar biasa, kita mendapat hampir 4.400 lebih yang teregistrasi (terdaftar) dalam program ini, tapi hanya sekitar 156 yang terpilih (3 mengundurkan diri, menjadi 153), saya ucapkan selamat bagi yang terpilih,” jelasnya.

Proses evaluasi lanjutan ini akan melibatkan pakar pendidikan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara. Kemendikbud juga akan semakin melibatkan peran organisasi-organisasi yang selama ini telah andil dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

“Tanpa peran aktif organisasi dengan sejarah perjuangan yang panjang, pencapaian pendidikan kita tidak mungkin sampai pada titik ini. Untuk itu merupakan kehormatan bagi kami bisa berdiskusi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak demi kesuksesan Program Organisasi Penggerak,” ungkap Nadiem.


Photo Credit : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. ANTARA/Puspa Perwitasari

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?