Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Empat Anak Muda Perantau Asal Minang Ini Prakarsai FKM Bandung 2017
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Empat Anak Muda Perantau Asal Minang Ini Prakarsai FKM Bandung 2017

Telegrafi Selasa, 26 September 2017 | 20:14 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf , Bandung – Puncak kemeriahan Festival Kampoeng Minangkabau 2017 yang berlangsung dari tanggal 21 September – 1 Oktober 2017 di Metro Indah Mall – Bandung, akan ditutup dengan Kesenian Irama Minang (KIM). Permainan KIM yang akan ditampilkan pada malam penutupan, Minggu 1 Oktober 2017 ini, dimulai dari jam 20.00 – 22.00 WIB.

Festival ini diprakarsai oleh Jenni Murlita (finance and show content), Andika Cendikia (concept), Dia Anggraini (media social pragmatist), dan Celi Parlina (relationship master). Mereka adalah empat orang generasi muda asal Sumatra Barat yang tinggal diperantauan, yang ingin melestarikan kuliner, kesenian dan kebudayaan Minangkabau dengan mengenalkannya pada masyarakat perantau Minang dan masyarakat setempat, secara berkelanjutan.

“Sejauh manapun engkau merantau, darah minang akan melekat di tubuhmu. Zaman pasti berubah. Tapi, adat dan budayamu, jangan. Itu adalah warisan terbesar dari nenek moyangmu. Banggalah jadi gadih Minang. Gadih Minang babaju kuruang,” kata Dia Anggraini, yang juga dikenal dengan nama Ghea Mirrela dalam dunia penulisan.

Permainan KIM yang akan dibawakan oleh Mak Pono dan Upiak Unyuik bersama tim keseniannya pada malam penutupan festival ini nanti, siap untuk menghibur warga Bandung dan sekitarnya. Pada permainan tradisi asal Pariaman – Sumatra Barat ini, para penonton diminta untuk melingkari angka pada kertas yang dibagikan oleh pemandu KIM, sesuai angka-angka yang disebutkan pada lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi KIM. Penonton yang memperoleh sederet angka penuh pada kertasnya, berhak memperoleh hadiah menarik dari panitia. Para penonton yang ikut permainan ini tidak dipungut biaya.

Festival Kampung Minangkabau 2017 Bandung ini juga dimeriahkan oleh penampilan para mahasiswa dari USBM Telkom, dengan membawakan: Tari Piriang, Tari Lauik Sijombang, Tari Pasambahan, dan Randai.

Selain penampilan musik tradisi, nyanyian tradisi, tarian tradisi, dan KIM, Festival Minangkabau 2017 Bandung ini diselerakan oleh wisata kuliner, 25 stand yang disediakan oleh panitia terisi penuh, dengan beragam sajian kuliner asli Minangkabau, dan dapat dikunjungi setiap harinya selama pelaksanaan acara, dari jam 09.00 – 21.00 WIB.

Nasi Padang yang terkenal dengan rendangnya, ternyata juga ada beragam masakan asli Sumatra Barat yang tak kalah menerbitkan selera. Pada festival ini lidah kita bisa digiurkan oleh nikmatnya; martabak Kubang Hayuda, sate Danguang-Danguang, soto Padang, bika Mariani khas Pariaman, karupuak kuah, sala lauak, teh talua, nasi kapau, es tebak, cindua minang, dan beragam sajian lainnya, yang dirindukan oleh para perantau Minang. Selama pelaksanaan berlangsung, festival ini dihadiri oleh warga Bandung dan sekitarnya, juga dari kalangan artis ibukota, dan wisatawan mancanegara.

“Nasi Padang itu kita membeli rasa, bukan gengsi. Harganya yang relatif mahal disebabkan masakan Padang itu kaya rempah. Ada banyak bumbu untuk satu jenis masakan. Dan pada jenis masakan tertentu dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Ironinya, kadang kita rela membayar ratusan ribu untuk jenis masakan luar negeri, yang bahan bakunya murah, demi sebuah gengsi. Mari kita cintai masakan tradisi daerah kita sendiri,” tambah Dia Anggraini. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Muhammad Fadhli


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Baju Padel Wanita
Lifestyle

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Lifestyle

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit
Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
Lifestyle

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
PUMA H-Street
LifestyleRilis

Isyana Sarasvati Warnai Peluncuran PUMA H-Street di Seoul dengan Gaya Autentik dan Energi Global

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?