Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Dukung Para Pegiat Industri Kreatif, Literatur Indonesia (LINI) Dirilis
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Dukung Para Pegiat Industri Kreatif, Literatur Indonesia (LINI) Dirilis

Telegrafi Selasa, 5 Desember 2017 | 05:55 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Padang  – Melihat semaraknya literasi di Sumatra Barat, Penerbit Buku Rumahkayu merilis Literatur Indonesia (LINI) pada hari Kamis (23/11/2017) di Gubuk Coffee – Jembatan Kalawi, Kelurahan Kalumbuk, Kota Padang. Di gelaran perdananya ini, mengangkat diskusi bertema ‘Bicara Soal Penulisan dan Penerbit Alternatif’, yang menghadirkan Aldo Zirsof, Pengelola Goodreads Indonesia, yang bertindak sebagai Narasumber, dan dimoderatori oleh Alizar Tanjung, dengan Fitria Kamta sebagai Pembawa Acara. Kegiatan berlangsung dari jam 19.00 – 23.00 WIB, meski hujan tengah merundung kota, namun acara dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

“Literatur Indonesia yang kita sebut dengan LINI akan diadakan setiap bulan, berarti dalam setahun kita akan punya duabelas event. Ini bekal untuk mengangkat sebuah event festival,” kata Alizar Tanjung, Owner Penerbit Rumahkayu, ketika diwawancarai seusai acara, Kamis (23/11/2017).

Acara ini dihadiri oleh 60 orang pegiat seni dari berbagai komunitas kepenulisan dan seni di Sumatra Barat. Sebelum narasumber mempresentasikan materi, Lismomon Nata Sultan Kayo, Muhammad David, Vina, Denni Meilizon dan Muhammad Fadhli, tampil baca puisi.

“LINI adalah ruang bagi kebudayaan, kesenian, dan industri alternatif. Industri alternatifnya selain kesusastraan, juga sinema art, tari, pantomim, musik, kriya, fotografi, desain ruang, dan lainnya. Semoga ke depannya, LINI bisa menjadi pusat referensi kebudayaan dan kesenian bagi industri kreatif,” kata Alizar, Inisiator berdirinya LINI.

Alizar juga mengatakan, “Literasi yang berhubungan dengan kesusastraan juga menjadi prioritas, LINI bisa dimanfaatkan untuk membahas dunia kepenulisan, peluncuran buku, bedah buku, dan pendistribusian. Ini juga terbuka bagi buku yang bukan terbitan Rumahkayu. Pada event bulanan LINI, kita juga membuka bazar buku, bagi yang ingin ikut memasarkan bukunya dapat menjalin kerjasama dengan Lini Buku. Selain lewat bazar, Lini Buku juga melakukan pemasaran secara toko online dan toko offline.”

Seperti yang juga dikatakan oleh Alizar, “Event malam ini juga sekalian menjadi moment pendeklarasian eksistensi LINI. Secara informal, mulai hari ini aktivitas LINI mulai berjalan. Harapannya, ini akan berjalan secara konsisten. Program LINI kita persiapkan untuk jangka panjang. Dikonsep secara sederhana, konsisten, dan profesional. Masterplan masih dalam penyusunan.

Kemungkinannya, event bulanan LINI akan diatur pada hari tertentu atau tanggal tertentu di setiap bulannya. LINI adalah salah satu cara untuk mendukung para industri alternatif, dan salah satu yang kita dukung itu adalah Gubuk Coffe, karena sangat care dengan kegiatan kita ini. Dan penyelenggaraan pada bulan-bulan berikutnya, tidak tertutup kemungkinan akan diadakan pada cafe-cafe lainnya, artinya LINI membuka jalan bagi para industri kreatif untuk berdiskusi, berbagi, dan berkolaborasi. Pada event bulan ke dua nanti, ada kemungkinannya sekalian pendeklarasian LINI secara formal, setelah struktur organisasinya terbentuk.”

Sementara itu, pada saat menyampaikan materinya, Aldo Zirsov memotivasi para peserta, berawal dari gemar membaca, diteruskan dengan mendirikan penerbit alternatif. Buku yang dilahirkan oleh para penulis itu adalah produk komersil, dan Sumatra Barat pegang sejarah kejayaan Penerbit di Indonesia yang pernah mendunia.

Sebelum ditutup, acara diisi dengan tanya jawab tentang dunia kepenulisan dan penerbitan. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?