Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Dinilai Bermasalah, PPDB 2021, Alumni GMNI: Dimana Keadilan Itu?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Dinilai Bermasalah, PPDB 2021, Alumni GMNI: Dimana Keadilan Itu?

Didik Fitrianto Selasa, 29 Juni 2021 | 09:58 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Pemerintah DKI Jakarta dinilai tidak siap dalam PPDB 2021 secara online. Ketidaksiapan ini, terlihat diawal PPDB terjadi eror, orang tua tidak bisa mendaftar melalui online juga dalam proses seleksinya. FILE/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf – Banyaknya persoalan yang dihadapi Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta 2021.

Ditengah pandemi Covid-19 yang kini sedang tinggi, orang tua sibuk mengurus anaknya agar dapat sekolah melalui pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, namun dengan banyaknya ketidak idealan proses tersebut Alumni GMNI Jakarta Raya pun menyikapi dan angkat bicara terkait persoalan itu.

“Ketidaksiapan pemerintah provinsi Jakarta dalam PPDB 2021 secara online. Ketidaksiapan ini, terlihat diawal PPDB terjadi eror, orang tua tidak bisa mendaftar melalui online walaupun instansi terkait telah berupaya memperbaikinya, sejatinya hal ini tidak perlu terjadi karena PPDB secara online bukan hanya dilakukan tahun ini,” kata Made Baskara, wakil ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Alumni GMNI Jakarta Raya, Selasa (29/06/2021).

Menurutnya, jalur zonasi yang berbasis RT/RW menimbulkan ketidakadilan untuk warga Jakarta, sebab dikatakan banyak oleh ditimbulkannya prioritas 1, ke-2 dan ke-3 dalam jalur zonasi membuat ada warga kelas 1, 2 dan 3 dalam mengikuti PPDB ini. Sekolah yang sama dengan RT nya bertempat tinggal menjadi warga kelas 1, sekolah yang sama dengan RW nya menjadi Warga Kelas 2, dan warga yang sekolahnya sama dengan kelurahannya menjadi warga Kelas 3 dan ditambah juga dengan jalur prestasi yang tidak semestinya, seperti juara adu ikan Cupang dan permainan Enggrang untuk prestasi non akademik.

Juklak dan juknis pemerintah provinsi bertentangan dengan Permendikbud. Dalam Permendikbud, usia bisa dijadikan patokan terakhir, sedangkan dalam juklak juknis pemerintah provinsi, usia menjadi urutan seleksi ke-2 setelah zonasi, padahal masih ada urutan lain yang lebih baik yaitu pilihan sekolah dan waktu mendaftar. Sejatinya urutan seleksi setelah zonasi adalah urutan sekolah, waktu pendaftaran dan terakhir usia.

Oleh karena itu Gubernur Anies Baswedan diminta untuk segera bersama-sama duduk menyelesaikan kendala kelancaran akses pendaftaran prosedur yang ideal di PPDB Jakarta 2021.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta agar secara cepat merespon problem yang dirasakan oleh orang tua dan siswa yang ikut PPDB Jakarta 2021.

Banyaknya masalah terkait pengajuan akun pendaftaran PPDB Jakarta 2021 disebabkan kendala teknis aplikasi.

Masalah lainnya juga adalah terkait singkronisasi data PPDB Jakarta 2021 yang juga bermasalah misalnya skingkronisasi data PPDB dengan Sistem Pendataaan Nilai Rapor (Sidanira) ataupun data kependudukan.

Banyak peserta PPDB mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan verifikasi data. Meskipun laman untuk mengisi data pribadi sudah bisa diisi, tapi siswa calon peserta Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta 2021 tidak bisa melanjutkan aktivasi akun, banyak yang decline atau error tampilan layar muncul kalimat “Perhatian Kode Gambar Tidak Valid”

Akibat terganggunya koneksi dalam mendaftar PPDB Jakarta 2021 ini, tagar #RIPPPDB mulai menggema di media sosial seperti Twitter dan Facebook, meskipun trending #PPDB masih lebih tinggi dibandingkan dengan tagar #RIPPPDB.

Sebagai informasi bagi warga DKI Jakarta yang memiliki putra dan putri usia sekolah baik Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), akibat adanya error tersebut jadwal resmi Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta 2021 jadi terganggu.

Karena itu Para calon siswa dan orang tua yang hendak mendaftarkan putra-putrinya pada PPDB Jakarta 2021 banyak yang merasa keseulitan.


Photo Credit: Pemerintah DKI Jakarta dinilai tidak siap dalam PPDB 2021 secara online. Ketidaksiapan ini, terlihat diawal PPDB terjadi eror, orang tua tidak bisa mendaftar melalui online juga dalam proses seleksinya. FILE/Dok/Ist. Photo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?